Iklan

Iklan

Agar Situasi di Penajam kondusif lagi, Polda: Jangan Sebar Foto dan Video

Mikael Milang
Rabu, 16 Oktober 2019 | 9:48:00 PM WIB Last Updated 2020-07-11T09:30:18Z

Loket karcis untuk penumpang naik speed dan klotok di pelabuhan Penajam, jadi sasaran pembakaran oleh massa.

BALIKPAPAN- Polda Kaltim melalui Kabid Humas Kombes Pol Ade Yaya Suryana meminta masyarakat tidak menyebarkan foto-foto dan video kejadian unjukrasa di Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara. Kejadian, Rabu (16/10/2019) itu, sudah terkendali, sehingga penyebaran foto dan video melalui medsos berpotensi memperkeruh suasana.
“Masyarakat diharap tenang, tidak melakukan upaya-upaya di luar koridor hukum, apalagi bahkan melanggar hukum. 
Percayakan proses penanganan permasalahan kepada penegak hukum. 
Kami juga memohon kepada seluruh elemen masyarakat untuk sama-sama menjaga keamanan dan ketertiban,” ucap Kabid Humas Polda Kaltim melalui pesan WhatsApp, Rabu (16/10/2019) malam.
Situasi di Kecamatan Penajam sempat memanas siang tadi, ketika massa bersenjata tajam datang dari daerah tetangga mereka, Kabupaten Paser. Massa yang jumlahnya tidak kurang 100 orang bergerak ke Penajam di Kabupaten 
Penajam Paser Utara, mencari pelaku yang menyebabkan terbunuhnya anggota keluarga mereka.
Informasi yang diterima beritakaltim menyebutkan, konsentrasi massa berkumpul sekitar jam 13.30 Wita, yakni di pelabuhan penyebrangan feri, speedboat dan perahu klotok Penajam-Balikpapan. 
Mereka datang dengan mengendarai kendaraan bermotor dan langsung beraksi. Pukul 14.20 WITA, massa di pelabuhan klotok merusak pos loket tiket kapal klotok dan menghentikan transportasi speedboat maupun kapal.
Ketegangan itu berawal dari peristiwa perkelahian dua kelompok anak muda. 
Namun, kelompok yang satu hanya berjumlah 3 orang sedangkan lawannya disebut-sebut lebih 10 orang. Perkelahian tidak imbang itu mengakibatkan satu meninggal dunia dan 1 orang lagi kritis. Mengenai korban ini polisi belum memberikan keterangan resmi.
Setelah peristiwa perkelahian yang terjadi kemarin itu, sejumlah pasukan dari Polda dan Kodam VI Mulawarman yang telah menerima kabar intelejen bahwa suasana memanas, diturunkan ke kawasan Penajam dan sekitarnya. 
Seluruh jajaran Polri dan Kodam diturunkan untuk mendinginkan suasana. Termasuk dengan mengajak Bupati Paser dan Bupati PPU menjadi mediator agar tidak terjadi kerusuhan.
Menurut Kombes Ade Yaya, sekira jam 15.00 Wita terjadi dialog antara perwakilan massa aksi dengan aparat kepolisian. 
Ketika itu jajaran Polres berupaya memfasilitasi agar terjadi pertemuan di kantor Pemkab PPU, namun usulan itu tidak mendapat kesepakatan.
Saat terjadi dialog, jumlah massa kian bertambah dan mulai melakukan aksi pembakaran pos loket tiket di pelabuhan klotok itu. 
Loket sampai habis terbakar, beruntung situasi bisa segera dikendalikan.
Kapolda Kaltim Irjen Pol Drs Priyo Widyanto turun ke lokasi mengendalikan situasi sekitar pukul 17.15 wita. 
Situasi berlangsung kondusif dan sampai malam ini diadakan pertemuan dengan tokoh-tokoh adat, bupati dan Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Subiyanto.

Sumber: beritakaltim.co


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Agar Situasi di Penajam kondusif lagi, Polda: Jangan Sebar Foto dan Video

Trending Now

Iklan