Notification

×

Iklan

Top Ads

Iklan

Indeks Berita

2 Warga Singapura di Serang Oleh Ubur-Ubur Kotak

Rabu, 22 Juli 2020 | 10:30:00 AM WIB Last Updated 2020-07-22T02:32:33Z


Ubur-ubur kotak (Istockphoto/~UserGI15667539)


Koranelektronik.com – Dua orang dilaporkan terluka karena diserang oleh ubur-ubur kotak di perairan Singapura.

Satu korban berusia empat tahun tersengat di pantai Palawan di Sentosa dan korban lainnya, warga Australia Jade Dyson tersengat berenang saat di East Coast Park pada bulan Maret.

Utungnya, kedua korban selamat dari sengatan yang berpotensi fatal tersebut. Ubur-ubur kotak dianggap hewan laut paling  berbisa.

“Rasa sakitnya sungguh luar biasa. Saya tidak dapat menggambarkannya,” ujar Dyson, wanita 28 tahun yang telah bekerja selama 5 tahun di Singapura.

Ia menjelaskan segara keluar dari dalam air setelah merasakan sakit pada lengan dan kakinya, lalu ia melihat tentakel yang menepel di tubuhnya.

Saya hampir tidak bisa berjalan dan sisi kiri tubuh saya kejang dan bergetar. Otot-otot saya terangkat, punggung bagian bawah saya terasa sakit sekali. Seluruh tubuh saya lumpuh," katanya.

Dyson melihat bekas bengkak karena sengatan tersebut berubah menjadi warna ungu melintang di tubuhnya.

Ia kemudian merendam tubuhnya didalam air panas selama beberapa jam untuk meringankan rasa sakit setelah itu pergi ke Thomson Medical Center esok harinya.

Di sana, dirinya diberi steroid dan antibiotik, butuh tiga sampai empat pekan untuk menghilangkan rasa sakit benar-benar hilang.

Dilansir dari The Strait Times, Selasa (21/7) kelompok Konservasi Marine Stewards mengutus penasihat publik pada 18 Juli untuk memperingatkan orang agar tak berenang di Sentosa, Pulau Lazarus, dan Pulau St John selama dua pekan setelah kemunculan ubur-ubur.

Pihak Marine Stewards menyebutkan hewan tersebut terlihat di East Coast Park pada Maret dan empat ubur-ubur lainnya terlihat pada bulan ini di One Degree 15 Marina di Pulau Sentosa, Pulau Tuas dan Pulau Lazarus. Kemunculan ubur-ubur terbaru terjadi pada Jumat lalu di pantai Palawan di Sentosa.
 
Direktur kelautan pesisir di Nasional Parks Board (NParks), Karenne Tun mengatakan bahwa pihaknya menerima laporan kemunculan ubur-ubur kotak itu.

Menurutnya, ubur-ubur kotak sangat berbisa dan sengatannya sangat menyakitkan serta menyebabkan hipertensi parah, nyeri punggung bawah, mual, serangan jantung dan bahkan kematian.
 
Ia menambahkan para pemangku kepentingan dan lembaga terkait telah disiagakan. NParks juga bekerja sama dengan mitra akademis dari Universitas Nasional Singapura untuk mengumpulkan sampel air dari berbagai wilayah pantai

untuk melakukan analisis DNA lingkungan yang akan membantu mendeteksi keberadaan spesies di daerah itu.
 
Direktur Tropical Futures Institute di Universitas James Cook Singapura mengatakan ubur-ubur kotak mencakup spesies berbisa dan tidak berbisa. Ubur-ubur berbisa dapat ditemukan di daerah tropis di Indo-Pasifik, Australia, Filipina, Jepang, dan Kepulauan Melayu.
 
"Perubahan iklim dan perubahan arus telah memindahkan ubur-ubur kotak dari persebaran alami mereka," ujarnya.
×
Berita Terbaru Update