Notification

×

Iklan

Top Ads

Iklan

Indeks Berita

5 Hal Tentang Pengembangan Vaksin Covid-19 di Indonesia

Rabu, 22 Juli 2020 | 9:15:00 AM WIB Last Updated 2020-07-22T01:15:30Z


5 hal tentang pengembagan vaksin Corona sinovac di Indonesia (Foto ilustrasi: BBC World)


Koranelektronik.com – Vaksin Covid-19 dari China sudah tiba di Indonesia. Vaksin tersebut dikembangkan oleh perusahaan farmasi Sinovac tersebut akan di uji klinis sebelum diproduksi secara massal.

Vaksin yang mempunyai nama CoronaVac akan memasukan tahap uji klinis fase III di Indonesia. Sejumlah negara seperti Bangladesh dan Brasil juga ikut berpartisipasi dalam proses uji klinis vaksin tersebut.

5 hal yang harus kamu tahu tentang pengembangan vaksin Sinovac di Indonesia :

1. Sekitar 2.400 dosis vaksin disiapkan
Sekitar 2.400 vaksin Sinovac telah dipersiapkan oleh Bio Farma untuk dilakukan uji klinis tahap III. Vaksin ini tiba di Bio Farma pada Minggu (19/7/2020).
2. Uji klinis dilakukan pada Agustus 2020
Sebanyak 1.620 relawan dengan rentang usia 18-59 tahun akan diikutsertakan dalam uji klinis vaksin Sinovac. Rencananya uji klinis tahap III ini akan dilakukan pada Agustus 2020.
3. Dilakukan di enam lokasi
Proses penyuntikan vaksin rencananya akan dilakukan di enam lokasi, antara lain: Rumah Sakit Pendidikan Unpad, kampus Unpad Dipati Ukur, dan 4 Puskesmas di Kota Bandung.
4. Diperkirakan kekebalan tubuh akan timbul setelah 28 hari
Ketua Tim Riset Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad), Profesor Kusnandi Rusmil mengatakan, penyuntikan vaksin akan dilakukan sebanyak dua kali dengan jarak dua minggu. Setelah itu para relawan akan diamati selama enam bulan.
"Perhitungan saya begitu. Setelah 28 hari orang itu akan kebal terhadap penyakit. Tetapi suntikannya harus 2 kali," kata Profesor Kusnandi saat dihubungi waktu lalu.
5. Diproduksi massal di 2021
Rencananya uji klinis vaksin Sinovac tahap III di Indonesia akan berjalan selama enam bulan dan ditargetkan selesai pada Januari 2021.
Jika uji klinis lancar, Bio Farma akan memproduksi vaksin itu pada kuartal 1 di 2021 mendatang.
"Kami sudah mempersiapkan fasilitas produksinya di Bio Farma, dengan kapasitas produksi maksimal di 250 juta dosis", ujar Honsti Basyir.
×
Berita Terbaru Update