Notification

×

Iklan

Top Ads

Iklan

Indeks Berita

5 Jenis Garam Dan Penggunaannya Pun Berbeda

Rabu, 29 Juli 2020 | 10:50:00 AM WIB Last Updated 2020-07-29T02:50:44Z


Jenis Garam

KoranElektronik.com - Garam merupakan bahan pokok pada tiap masakan, tanpa garam masakan yang kita buat tentu akan terasa berbeda. Keberadaan bumbu ini tidak bisa dipungkiri lagi.

Dilansir dari CNN.com, Namun, ada beberapa jenis garam dengan beragam kebutuhan. Ada yang mudah dicampur pada makanan tanpa harus dipanaskan, ada yang sangat keras sehungga jika tidak cermat rasa asin pada masakan tidak merata.

Meskipun sama-sama asin, tiap jenis garam memiliki tekstur dan kegunaan yang berbeda-beda. Mulai dari garam meja hingga garam kosher, berikut perbedaan dan penggunaannya.

1. Garam meja (iodized salt)
Garam meja atau umum disebut beryodium paling sering ditemui di rumah tangga. Teksturnya sangat halus, jauh lebih halus dari gula pasir. Tekstur halus ini didapat dari proses penggilingan berat yang membuang sebagian besar kotoran dan mineral di dalamnya.

Garam meja hampir murni mengandung natrium klorida (sekitar 97 persen atau lebih tinggi). Di banyak negara, garam meja mengandung yodium tambahan.

Garam jenis ini juga kerap menjadi salah satu langkah kesehatan untuk mengatasi masalah kekurangan yodium. kekurangan yodium dapat mengakibatkan hipotiroidisme (kekurangan hormon tiroid), disabilitas intelektual, dan masalah kesehatan lain.

2. Garam Krosok (coarse salt)
Garam krosok memiliki butiran lebih besar dan kasar dibanding garam meja. Garam memiliki rasa asin jauh lebih kuat dan tidak mudah larut. Umumnya garam krosok dugunakan untuk mengawetkan ikan, produksi ikan asin, juga campuran pakan ternak.

3. Garam laut (sea salt)
Seperti namanya, garam laut dibuat melalui proses evaporasi (penguapan) air laut. Kandungan mineral yang dikandung bakal bervariasi bergantung dari asal lautnya. Umumnya garam laut mengandung mineral seperti potasium, zat besi, dan seng. Makin gelap warnanya, konsentrasi mineral maupun polutannya pun semakin tinggi.

Garam laut memiliki bentuk mirip serpihan kristal dan bersisik. Sekali ditaburkan, garam bakal tersebar rata dan tudah meninggalkan ledakan rasa asin.

4. Garam himalaya (himalayan pink salt)
Garam himalaya atau kerap disebut himalayan pink salt merupakan garam yang diperoleh dari tambang garam khewra, Pakistan. Ini merupakan tambang garam terbesar kedua di dunia setelah Golderich di Kanada. Warna pink didapat kandungan iron oxide (besi oksida).

Dibanding dengan garam meja biasa, kandungan natrium garam himalaya terbilang lebih rendah. Jika garam meja mengandung 39,1 persen natrium, garam himalaya sekitar 36,8 persen.

Garam ini mengandung sedikit kalsium, zat besi, potasium dan magnesium. Kandungan mineral ini pula yang membuat garam himalaya lebih diminati.

5. Garam kosher (kosher salt)
Garam kosher populer di Amerika Serikat. Biasanya garam kosher digunakan untuk proses (koshering salt) yakni menghilangkan darah pada daging termasuk membilas, merendam, dan menggarami.

"Banyak pekerja profesional dapur menggunakan garam kosher karena salinitas rendah yang mana tidak membuat masakan jadi keasinan. Bentuknya yang menyerupai butiran besar dan kasar membuatnya mudah diambil dan disebarkan dengan jari," jelas Eubanks.

Garam jenis ini, kata dia, paling baik untuk menggarami daging.
×
Berita Terbaru Update