Iklan

Iklan

Ahli Minta Polisi Pastikan Predator Anak asal Prancis Bukan Dibunuh Sindikatnya

Selasa, 14 Juli 2020 | 10:47:00 AM WIB Last Updated 2020-07-14T02:47:29Z
Warga berkebangsaan Prancis, Francois alias FAC, diboyong petugas Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menuju ruang tahanan. Francois adalah tersangka pedofil terhadap 305 anak Indonesia dengan modus sebagai fotografer, Kamis, 9 Juli 2020. TEMPO/Ihsan Reliubun

KoranElektronik.com
Ahli psikologi forensik Reza Indragiri Amriel meminta kepolisian mengusut kematian predator anak asal Prancis, Francois Abello Camille alias Franz alias Mister di selnya. Reza menduga WNA yang mencabuli 305 anak perempuan di bawah umur itu dibunuh jaringan pedofilia internasional.  
Ahli forensik itu minta kepolisian tidak menganggap Francois Abello Camille sebagai lone wolf atau orang yang beraksi seorang diri. Reza menduga WNA itu bagian dari sebuah sindikat. 
"Maka perlu dipastikan bahwa pelaku bukan dibunuh. Dibunuh oleh sindikat internasional tersebut," ujar Reza dalam keterangan tertulisnya, Senin, 13 Juli 2020.
Jika jaringan tersebut menggunakan cryptocurrency atau mata uang kripto sebagai alat transaksi, Reza yakin kepolisian tidak akan mudah menelusurinya. Namun, ia berharap polisi tidak berhenti hanya pada Francois, melainkan membongkar jaringan pedofilianya juga.
Reza juga mengatakan, kasus bunuh diri oleh para pelaku kejahatan seksual seperti Francois memang tinggi. Fakta ini memberikan pemahaman bahwa aparat penegak hukum perlu memperlakukan pelaku kejahatan serupa dengan pendekatan khusus.
"Sekitar 180 kali lebih tinggi daripada bunuh diri pada masyarakat umum," ujar Reza.
Francois dinyatakan tewas setelah bunuh diri di sel tahanannya pada Kamis malam, 9 Juli 2020. Sumsum tulang belakang pria 65 tahun ini terjepit akibat tindakannya yang mengikat leher dengan kabel.
"Dari hasil ronsen, ada retakan di tukang belakang yang mengakibatkan sumsumnya kena jerat, yang mengakibatkan suplai oksigen ke otak berkurang," ujar Kepala Bidang Dokter Kesehatan Polda Metro Jaya Kombes Umar Shahab di kantornya, Jakarta Selatan, Senin, 13 Juli 2020.
Polisi menangkap Francois karena aksinya melakukan pencabulan terhadap 305 anak perempuan di bawah umur. Korban predator anak itu umumnya anak-anak jalanan dengan rentang usia 10 - 17 tahun. Korban diimingi tawaran menjadi model terkenal.
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Ahli Minta Polisi Pastikan Predator Anak asal Prancis Bukan Dibunuh Sindikatnya

Trending Now

Iklan