Notification

×

Iklan

Top Ads

Iklan

Indeks Berita

Anggotanya Dibunuh, Kapolda NTB Curhat ke Mahasiswa soal Risiko Tugas Polisi

Senin, 13 Juli 2020 | 12:58:00 PM WIB Last Updated 2020-07-13T04:58:30Z


Foto: Kapolda NTB Irjen Mohammad Iqbal bertemu dengan OKP se-NTB (dok. istimewa)


KoranElektronik.comKapolda Nusa Tenggara Barat (NTB) Irjen Mohammad Iqbal menyelipkan curahan hati kepada mahasiswa mengenai gugurnya Kasat Reskrim Polsek Utan Ipda Uji Siswa, yang diserang lantaran melerai konflik antarwarga. Iqbal mengingatkan kepada mahasiswa bahwa polisi adalah manusia biasa.
"Karena yang kami tegakkan hukum, itu pasti mencederai masyarakat lainnya. Kami menyadari ada polisi yang melakukan penegakan hukum tanpa berkeadilan, akan tetapi banyak juga polisi yang ingin menegakkan hukum dengan profesional," ujar Iqbal sebagaimana dikutip dari keterangan tertulisnya kepada wartawan, Sabtu (11/7/2020).
Hal itu disampaikan Iqbal saat tatap muka dengan beberapa Organisasi Kemahasiswaan dan Kepemudaan (OKP) di Kota Bima, Jumat (10/7/2020). Iqbal menjelaskan penegakan hukum selalu menimbulkan ketidakpuasan dari pihak yang merasa dirugikan atau tak diuntungkan dari sebuah proses penegakan hukum.
Meski polisi telah bersikap adil, lanjut Iqbal, namun rasa ketidakpuasan masyarakat yang dilayani membuat masyarakat memperlakukan polisi dengan tidak adil. Hal ini disayangkan Iqbal.
"Namun tetap dirinya diperlakukan tidak berkeadilan oleh masyarakat, ini cukup disayangkan. Contohnya, hari ini seperti yang dikabarkan bahwa ada salah satu anggota kami yang bertugas di Polsek Utan, Polres Sumbawa, yang meninggal akibat ditikam oleh oknum masyarakat yang tidak bertanggungjawab," ungkap Iqbal.
"Perlu rekan-rekan juga ingat bahwa Polisi itu adalah manusia biasa, penuh dengan kekhilafan, penuh juga dengan kekurangan-kekurangannya sebagai manusia biasa," sambung dia.
Untuk diketahui, Ipda Uji Siswanto tewas ditusuk setelah menyelesaikan permasalahan warga bernama Agus dan SH di Sumbawa. Dalam kasus ini, SH jadi terduga pelaku penyerangan.
Ipda Uji dikenal ramah oleh masyarakat. Semua permasalahan masyarakat yang ditangani mengedepankan mediasi secara kekeluargaan.
Kembali ke pertemuannya dengan OKP se-NTB, tujuan Iqbal adalah mengajak para mahasiswa untuk proaktif mengedukasi masyarakat soal bahaya Corona (COVID-19). Iqbal kemudian meminta mahasiswa untuk melahirkan ide-ide kreatif untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di masa pandemi Corona.
"Tujuannya banyak, yang pertama mengajak rekan-rekan mahasiswa/pemuda ini berperan untuk mengedukasi masyarakat tentang COVID-19, mendorong mereka meningkatkan ekonomi seperti dengan budi daya ikan lele. Jadi ketahanan ekonomi, ketahanan pangan. Saya juga berharap rekan mahasiswa dan pemuda-pemuda ini ikut membina warga di desa-desa, kampung-kampung agar tetap produktif dan kreatif di masa pandemi COVID-19 ini," jelas Iqbal.
Iqbal mengatakan pemuda harus memiliki pola pikir konstruksif memandang dunia dengan situasi terkini. "Pemuda itu orisinil, dia mempunyai idealisme, harus konstruktif untuk membangun pandangannya sejak melihat dunia, apalagi sekarang landscape dunia sudah berubah akibat pandemi COVID-19," tambah dia.
Masih dalam pertemuan itu, perwakilan Cipayung Plus Bima, Budi Mansyur menyampaikan apresiasi atas sikap kepolisian dalam menyelesaikan konflik warga di Utan hingga mengorbankan nyawa Ipda Uji. Budi juga mengapresiasi sikap polisi yang menolak seorang anak melaporkan ibu kandungnya karena hanya perkara sepeda motor.
"Kami juga mengaspresiasi atas keberhasilan Bapak Kapolda dalam menyelesaiakan konflik, antara Desa Padolo dengan Desa Talabiu yang berada di Kabupaten Bima. Ada juga hal-hal yang perlu kita apresiasi dari Pak Kapolda yaitu bagaimana Pak Kapolda menolak seorang anak yang melaporkan ibunya," tutur Budi Mansyur.
Sedangkan Ketua umum DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) NTB, Miftahul Khair, sepakat soal ajakan Iqbal untuk proaktif mengedukasi warga Bumi Seribu Masjid soal bahaya Corona. Miftahul pun sepakat bila mahasiswa diberdayakan membantu masyarakat membangun ekonomi kreatif.
"Tepat sekali apa yang beliau sampaikan, bahwa pemuda dan mahasiswa harus ikut berperan dalam melawan COVID-19. Dalam setiap kegiatan harus tetap menerapkan protokol kesehatan, serta dapat mengedukasi masyarakat agar menjaga kesehatan, kebersihan, ketahanan, serta membangun budaya gotong royong untuk kesehatan masyarakat," Miftahul Khair.
"Mahasiswa dan semua stakeholders yang ada mempu membangun karya yang produktif, mencintai lingkungan serta menumbuh kembangkan ekonomi kreatif di lingkungan masyarakat. Di tengah keadaan COVID-19 ini, kita boleh terkurung secara fisik tapi pikiran harus berlian dan mencerahkan," sambungnya.
Miftahul menyampaikan lebih lanjut, komitmen Polri dan pemuda dalam hal membangun ketahanan masyarakat diwujudkan dengan dukungan Polda NTB kepada pemuda yang mulai merintis usaha. Dalam hal ini adalah budidaya ikan lele.
"Kapolda NTB memberi support dan dorongan pada anak-anak muda yang memulai usaha-usaha kecil. Kapolda NTB bersama anak muda yang tergabung dalam Cipayung Plus Bima & Dompu melakukan pelepasan 1.500 benih lele milik anak-anak muda. Hal ini tentu menjadi poin penting dan tentu kami sebagai pemuda siap membangun, menjaga lingkungan kesehatan masyarakat dan melawan COVID-19 ini," terang Miftahul.
Miftahul melanjutkan, pihaknya siap bersinergi dengan TNI-Polri. Dia juga menilai langkah Polda NTB mengadakan lomba 'Kampung SEHAT NTB' tepat untuk men-trigger kesadaran masyarakat untuk menghadapi situasi pandemi secara produktif.
"InsyaAllah kita pemuda bersama TNI-Polri bersinergi untuk mengedukasi dan serius melawan COVID-19 dan memaksimalkan juga membangun ketahanan, kebersihan, kekompakan masyarakat. Dan bukti serius itu kami lihat Kapolda NTB mengagas Kampung Sehat. Ini hal yang patut diapresiasi, dimaksimalkan di lapangan," tutur Miftahul.
Kemudian Ketua Umum BADKO Himpunan Mahasiswa Islam Nusa Tenggara (HMI Nusra), Rizal Mukhlis menyampaikan edukasi soal hidup sehat dan bahaya COVID-19 sudah menjadi tanggung jawab bersama, termasuk mahasiswa. Rizal mengaku pihakya telah melakukan kegiatan bakti sosial yakni pembagian masker gratis dan sembako kepada warga terdampak Corona.
"Sebagai pemuda kita memang harus turut andil dalam menghadapi pandemi COVID-19 ini, masuk juga sebagai tanggung jawab mahasiswa karena kita harus membantu pemerintah dalam mencegah penyebaran COVID-19. Kami sudah melakukan pembagian masker, sembako bagi yang terdampak COVID-19, dan juga membantu mensosialisasikan Kampung Sehat, programnya Kapolda NTB," sebut Rizal.
Rizal menerangkan ada banyak hal yang bisa dilakukan oleh OKP untuk warga, semisal membuka usaha kreatif dan terlibat kegiatan dalam rangka menciptakan kemandirian warga.
"Ada banyak hal yang bisa dilakukan oleh pemuda dan mahasiswa dalam menghadapi pandemi, contohnya kita bisa kembangkan kreativitas kita untuk membuka usaha kreatif dalam rangka menunjang ketahanan pangan dan ketersediaan bahan pokok. Seperti contoh, pembudidayaan lele, peternakan dan pertanian. Dan ini harus dimulai dan diedukasi oleh anak-anak muda untuk ditransformasikan ke masayarakat tempat tinggal kita masing-masing," tandas Mukhlis.


×
Berita Terbaru Update