Notification

×

Iklan

Top Ads

Iklan

Indeks Berita

Anies dan RK diminta Awasi Dana BPD oleh Sri Mulyani

Senin, 27 Juli 2020 | 4:17:00 PM WIB Last Updated 2020-07-27T08:29:02Z



Menkeu Sri Mulyani meminta Anies Baswedan dan Ridwan Kamil untuk memastikan dana yang ditempatkan pemerintah di BPD digunakan untuk kredit sektor produktif. (CNN Indonesia/Safir Makki).(Dok.CNN Indonesia)

Koranelektronik.com, -Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Ridwan Kamil selaku Gubernur Jawa Barat ditugaskan oleh Menteri Keuangan untuk mengawasi penempatan dana di Bank Pembangunan Daerah (BPD).

Sri Mulyani meminta keduanya untuk memastikan dana tersebut digunakan untuk menyalurkan kredit kepada sektor produktif agar mendorong pertumbuhan ekonomi.

"Pak Gubernur tolong diawasi di BPD ya dananya, jadi benar-benar untuk program-program," ujarnya, Senin (27/7).
Menteri Keungan itu juga meminta Anies dan RK, agar memastikan dana jumbo itu tidak mengendap di perbankan.
"Harus tetap prudent (hati-hati) tapi tetap mengalir untuk kegiatan. Jadi jangan hanya berhenti di BPD saja," imbuhnya.
Pesan tersebut disampaikan bendahara negara usai proses penandatanganan nota kesepahaman (MoU) penempatan dana pemerintah di BPD. Tanda tangan MoU diwakili oleh empat Bank BPD, yakni BDP DKI Jakarta atau Bank DKI, BPD Jawa Barat dan Banten, BPD Sulawesi Utara dan Gorontalo (SulutGo), dan BPD Jawa Tengah.
Secara total, pemerintah menempatkan dana di BPD sebesar Rp11,5 triliun. Bank DKI mendapatkan alokasi dana sebesar Rp2 triliun dan BPD Jabar paling besar yakni Rp2,5 triliun.
Selain itu keduanya, pemerintah menempatkan dana pada BPD lainnya, yakni BPD Jawa Tengah Rp2 triliun, BPD Sulawesi Utara Gorontalo atau Bank SulutGo Rp1 triliun, dan BPD Jawa Timur Rp2 triliun.

pemerintah juga tengah mengkaji dan mengevaluasi dua BPD lainnya, yakni BPD Bali dan BPD Yogyakarta dengan alokasi dana masing-masing Rp1 triliun.



×
Berita Terbaru Update