Notification

×

Iklan

Top Ads

Iklan

Indeks Berita

AS Jatuhkan Sanksi Pada 11 Perusahaan China Karena Melanggar HAM

Selasa, 21 Juli 2020 | 1:36:00 PM WIB Last Updated 2020-07-21T05:37:39Z


Ilustrasi etnis Uighur di Xinjiang, China. (GREG BAKER / AFP)


Koranelektronik.com – Amerika Serikat melaporkan menjatuhkan sanksi pada 11 perusahaan China sebab diduga terlibat pelanggaran hak asasi manusia (HAM) terhadap etnis Uignur di Xinjiang.

Sanksi itu membuat 11 perusahaan tersebut tidak bisa lagi mengakses barang-barang dari Amerika Serikat.

"11 perusahaan yang terkena sanksi terlibat dalam pelanggaran HAM dan pelecehan berbentuk kebijakan represi pemerintah China, penahanan massal sewenang-wenang, kerja paksa, pengumpulan data biometrik serta analisis genetik secara paksa," tegas Kementerian Perdagangan AS dari sebuah pernyataan pada Senin (20/7).

Perusahaan-perusahaan tersebut diantaranya adalah Changji Esquel Textile, Hefei Bitland Information Technology, Hefei Meiling, Hetian Haolin Hair Accessories, Hetian Taida Apparel, KTK Group, Nanjing Synergy Textiles, Nanchang O-Film Tech, dan Tanyuan Technology.

Dikutip AFP, sembilan perusahaan tersebut terduga melakukan kerja paksa kepada pekerja entis Uignur.

Sementara itu, Xinjiang Silk Road dan Beijing Liuhe disanksi AS sebab "melakukan analisis genetik yang digunakan untuk penindasan terhadap etnis Uighur".

Sanksi ini dijatuhkan AS tak lama usai laporan investigasi New York Times mengungkap sejumlah perusahaan China mempekerjakan etnis Uighur dan minoritas lainnya sebagai buruh untuk meningkatkan produksi masker, di tengah lonjakan permintaan selama pandemi virus corona.

Investigasi visual New York Time memperlihatkan beberapa dari perusahaan itu merekrut etnis Uignur dan etnis minoritas lainnya menjadi tenaga kerja mereka, dari program yang disponsori pemeritah China.

Beberapa pihak menilai program prekrutan tersebut sering memaksa warga Uignur dan etnis minoritas lainnya secara paksaan.

×
Berita Terbaru Update