Notification

×

Iklan

Top Ads

Iklan

Indeks Berita

Babak Kasus Dugaan Suap di PDAM Kudus, Direktur Kini Jadi Tersangka

Rabu, 15 Juli 2020 | 11:48:00 AM WIB Last Updated 2020-07-15T03:48:50Z


Kantor PDAM KudusKantor PDAM Kudus. (Foto: Dian Utoro Aji/detikcom)

KoranElektronik.com - Kasus dugaan tindak pidana suap pengangkatan dan penerimaan pegawai di PDAM Kudus memasuki babak baru. Kini sudah ada tiga orang menjadi tersangka. Salah satunya adalah direktur BUMD milik Pemkab Kudus tersebut.
Setelah dilakukan penggeledahan pada 11 Juni lalu dan menetapkan T, salah seorang Kasi di PDAM Kudus, sebagai tersangka kasus penahanan pengangkatan dan penerimaan pegawai, kemarin kasus tersebut memasuki babak baru.
Setelah melakukan pemeriksan panjang, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng akhirnya menetapkan dua tersangka baru. Keduanya berinisial A dan O. A tidak lain adalah Direktur PDAM Kudus, Ayatullah Humaini.
"Ada perubahan saksi menjadi tersangka pada hari Jumat (10/7) lalu. A ya (ini Direktur PDAM Kudus) memang benar, yang dari pegawai A saja," kata Plt Bupati Kudus HM Hartopo, Selasa (14/7).
Hartopo mengaku belum mengetahui proses hukum selanjutnya. Dia hanya mengatakan mendapatkan kabar bahwa Ayatullah Humaini saat ini sedang dirawat di rumah sakit. "Sampai sekarang belum pernah ketemu, maksudnya izin saya lewat ajudan dapat panggilan hari Senin kemarin, kemarin dapat info beliau lagi opname di RS Mardi Rahayu," kata dia.
Terpisah Kepala Kejari Kudus Rustriningsih mengungkapkan bahwa perkembangan kasus ini sudah diserahkan kepada Kejati. Dia mengatakan, bahwa pemeriksaan oleh Kejati masih berlangsung. Terakhir petugas Kejati bersama Kejari Kudus melakukan pemeriksaan di Kantor PDAM Kudus, Selasa (14/7).
Sedangkan Dewan Pengawas (Dewas) PDAM Kudus, Dio Hermansyah Bakri mengatakan jika memang benar direktur PDAM Kudus menjadi tersangka maka pihaknya akan segera memita pimpinan perusahaan itu menunjuk pelaksana tugas harian.
"Kalau memang itu benar ada ketetapan tersangka maka kami Dewas memberitahukan kepada owner segera menunjuk pelaksanaan tugas harian, jangan sampai kekosongan dari direksi itu menghambat, kita harus berjalan dengan baik," tambah Dio.
×
Berita Terbaru Update