Notification

×

Iklan

Top Ads

Iklan

Indeks Berita

China Mengecam Komentar Inggris Tentang Tuduhan Pelanggaran HAM

Selasa, 21 Juli 2020 | 10:41:00 AM WIB Last Updated 2020-07-21T02:41:48Z


Ilustrasi etnis minoritas di Xinjiang. (Foto: Greg Baker / AFP)


Koranelektronik.com – China kecam komentar Inggris mengenai tuduhan Beijing melanggar Hak Asasi Manusia kepada etnis minoritas di wilayah barat laut Xinjiang.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Wang Wenbin mengatakan komentar tersebut hanya rumor atau fitnah.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab berkata pada BBC pada Minggu bahwa "jelas bahwa ada pelanggaran HAM berat... itu sangat, sangat meresahkan".
Raab menyebutkan laporan tentang sterilisasi paksa dan penahanan massal di Xinjiang memerlukan perhatian dari pihak internasional.

Tetapi Wang membantah perkataan itu dan mengatakan bahwa itu “omomg kosong”. Ia mengatakan jika populasi Uignur telah meningkat dua kali lipat selama empat tahun terakhir.

Sementara itu, warga Uignur yang diasingkan bulan ini telah meminta Pengadilan Kejahatan Internasional di Den Haag untuk menyelidiki China atas kejehatan genosida dan pelanggaran Hak Asasi Manusia. Mereka mengajukan sebuah dokumen yang berisi menuduh China melakukan pelanggaran HAM dan mensterilkan wanita secara paksa.

Dilansir dari AFP, kelompok HAM dan para ahli memprediksi ada satu juta etnis Uignur dan sebagian besar minoritas muslim yang ditempat dikamp-kamp perasingan.

Tetapi menurut China, kamp-kamp itu merupakan fasilitas pelatihan kerja untuk menjauhi penghuninya dari tindakan ekstrimisme.

Ketegangangan London dan China itu kian memanas akibat hal ini.

Baru-baru ini Inggris melarang perusahaan telekomunikasi raksasa China, Huewei menciptkan jaringan 5G, meskipun pihak Beijing sudah memberi peringatan pembalasan pada Inggris.

Kedua belah pihak tersebut telah berselisih tentang undang-undang keamanan nasional yang diterapkan China di Hong Kong, termasuk tawaran Inggris memberikan kewarganegaraan pada beberapa warga Hong Kong.

Dalam jumpa pers itu, Wang menyebut jika Beijing akan “menentang campur tangan pihak luar terkait urusan Hong Kong”.
×
Berita Terbaru Update