Notification

×

Iklan

Top Ads

Iklan

Indeks Berita

Enggan Nyatakan Pro-China, Taiwan Tarik Wakil di Hong Kong

Sabtu, 18 Juli 2020 | 8:09:00 AM WIB Last Updated 2020-07-18T00:09:26Z


Ilustrasi bendera Taiwan dan China. (iStockphoto/Oleksii Liskonih)

KoranElektronik.com - Taiwan mengaku telah memulangkan perwakilan utamanya di Hong Kong, Kao Ming-tsun, karena dilaporkan enggan menyatakan pro-China.
Juru bicara Lembaga Tertinggi Kebijakan Taiwan untuk China (Mainland Affairs Council/MAC), Chiu Chiu-cheng, mengatakan Kao yang menjabat sebagai direktur Kantor Ekonomi dan Kebudayaan Taiwan di Hong Kong "terpaksa pulang karena pemerintah Hong Kong melanggar konsensus dan membuat hambatan politik yang tidak perlu."
Chiu menolak menjelaskan apa hambatannya. Namun, portal berita Taiwan Up media melaporkan Kao dipulangkan lantaran menolak menandatangani sebuah surat yang menyatakan dukungan terhadap China.
Pernyataan itu berisikan persetujuan terhadap perspektif China bahwa Taiwan merupakan bagian dari wilayah Negeri Tirai Bambu yang tertuang dalam prinsip "Satu China" atau One China Policy.
Kao disebut diminta menandatangani pernyataan tersebut ketika memperbarui visa kerja di Taiwan.
Seorang sumber AFP yang mengetahui situasi itu membenarkan bahwa Kao memang menolak meneken pernyataan dari pemerintah Hong Kong tersebut.
Dikutip AFP, Taiwan selama ini menolak mengakui bagian dari China. Presiden Taiwan Tsai Ing-wen yang pro-demokrasi memandang Taiwan sebagai sebuah negara yang merdeka secara de facto.
Pemerintahan Tsai juga kerap mendukung wilayah khusus China lainnya seperti Hong Kong untuk menjunjung tinggi demokrasi. Taiwan bahkan secara terbuka mendukung gerakan pro-demokrasi di Hong Kong.
Pemerintahan Tsai bahkan dengan terbuka menyatakan bersedia menampung warga Hong Kong yang merasa terancam dengan pemerintah China, terutama setelah Negeri Tirai Bambu memberlakukan Undang-Undang Keamanan Nasional Hong Kong yang baru pada bulan ini.
Hal tersebut semakin membuat China geram dengan gelagat Tsai.
China menganggap Taiwan di bawah kepemimpinan Tsai sebagai wilayah pembangkang yang ingin memisahkan diri.
Sementara itu, relasi Taiwan dan pemerintah Hong Kong yang tunduk kepada China terus merenggang. Taiwan tidak pernah menempatkan pejabat untuk memimpin kantor MAC di Hong Kong sejak 2018 lalu lantaran pihak Hong Kong mempersulit pengeluaran visa.
Pejabat Taiwan juga kerap menghindari bepergian dan dinas ke Hong Kong.
×
Berita Terbaru Update