Notification

×

Iklan

Top Ads

Iklan

Indeks Berita

Gegara Utang Rp 300 Ribu, Ketua RT Bunuh Kakek di Bandung

Senin, 27 Juli 2020 | 9:17:00 PM WIB Last Updated 2020-07-27T13:17:44Z



Pembunuh kakek di Bandung (Foto: Muhammad Iqbal) (Dok.detik.com)

Koranelektronik.com, Pria berinisial ES (43) yang berstatus Ketua RT, tega membunuh kakek inisial CC (77) di mushola rumahnya.

CC dibunuh karena hanya masalah utang Rp300 ribu.
"Setelah satu minggu kurang lebih akhirnya kita berhasil mengungkap, ternyata pelaku adalah RT-nya sendiri. Selama ini kita menduga ada pihak lain, atau beberapa orang. Dan akhirnya bisa kita pastikan bahwa pelakunya adalah satu orang pak RT nya itu sendiri," ungkap Kapolresta Bandung Kombes Hendra Kurniawan.
Motif pembunuhan ini ia lakukan hanya karena ingin memiliki harta korban, korban memang seringkali meminjamkan uang kepada tetangga sekitarnya.
Kronologisnya, Pelaku mendatangi korban yang sendirian pada Jumat (10/7/2020) malam hari, sekitar pukul 22.00, lalu menjerat dengan menggunakan tali hingga akhirnya korban meninggal dunia.
Ternyata pelaku memiliki utang kepada korban senilai Rp 300 ribu. Pada malam kejadian, tersangka bermaksud membicarakan sesuatu terkait hutangnya itu.
Pada awalnya korban tidak sadar bahwa pelaku akan membunuhnya. Saat korban lengah, tersangka langsung menjerat korban dari belakang.
Pelaku memang merencanakan aksinya, dan menggunakan tali tambang untuk menjerat korban.
Pelaku sempat menghilang setelah melakukan aksi bejatnya, kabur ke beberapa lokasi termasuk kabur ke Kabupaten garut.
"Macam-macam kaburnya sempat ke Pangalengan sampai Rancabuaya (Kabupaten Garut), terakhir kita tangkap di Pangalengan," ungkapnya.

Polisi berhasil amankan pisau, yang digunakan tersangka untuk memotong tali tambang. Dari pisau tersebut menguatkan dugaan polisi bahwa pelaku benar-benar merencanakan aksi bejatnya tersebut.

Setelah melakukan pembunuhan pada korban, pelaku menggondol sejumlah uang milik korban senilai 10,5 juta, yang diambilnya di sebuah kaleng yang sering digunakan korban untuk menyimpan uang.
Setelah kabur, uang hasil curian tersebut digunakan untuk membeli sebuah telepon genggam dan menyewa penginapan di Pangelengan yang menjadi persembunyiannya.
Seminggu kemudian (17/7/2020) polisi berhasil mengamankan ES. Pelaku mencoba melawan polisi yang menyergapnya, polisi terpaksa melakukan penembakan pada kaki kanannya.
Aksi bejatnya ini, pelaku terancam hukuman seumur hidup karena telah melakukan perencanan pembunuhan disertai pencurian harta korban.

×
Berita Terbaru Update