Iklan

Iklan

Gerombolan Goweser yang Keroyok Pelajar SMK Belum Ditangkap, Korban Kecewa

Rabu, 15 Juli 2020 | 11:13:00 PM WIB Last Updated 2020-07-15T15:13:06Z

Korban pengeroyokan gerombolan goweser, Moch Firdaus (19)/Foto file: Enggran Eko Budianto

Koranelektronik.com, -Sembilan hari berlalu, namun polisi tak kunjung bisa meringkus gerombolan pesepeda (goweser) yang mengeroyok seorang pelajar SMK di Mojokerto. Kondisi ini membuat korban kecewa.
Aksi anarkis gerombolan goweser pada Senin (6/7) pagi itu terekam kamera CCTV SMK Raden Patah di Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. Rekaman video tersebut menjadi viral setelah diunggah ke medsos.
Korban pengeroyokan tersebut yakni Moch Firdaus (19), warga Desa Sebani, Kecamatan Tarik, Kabupaten Sidoarjo. Firdaus merupakan siswa kelas XII di SMK Raden Patah. Dia baru lulus tahun ini.
Setelah 9 hari berlalu, Polsek Magersari belum mampu mengidentifikasi para pelaku. Sehingga sampai saat ini, para pesepeda tersebut bebas berkeliaran.
"Belum (meringkus para pelaku), karena kami masih kesulitan. Saksi-saksi tidak ada yang mengenali pelaku," kata Kapolsek Magersari Kompol M Sulkan saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (15/7/2020).
Sulkan mengaku telah meminta keterangan dari 6 saksi. Yaitu korban Firdaus, 2 keluarga korban dan 3 warga yang melihat korban dikeroyok oleh gerombolan goweser di simpang 3 SMK Raden Patah.

"Semua saksi tidak ada yang kenal dengan para pelaku. Sementara masih kami dalami," terangnya.
Identifikasi para pelaku menggunakan rekaman CCTV milik SMK Raden Patah belum membuahkan hasil. Menurut Sulkan, pihaknya tidak bisa mendapatkan identitas para pelaku dari video tersebut.
Sedangkan upaya mencari rekaman CCTV di titik lain yang kemungkinan merekam para pelaku, juga menemui jalan buntu. "Untuk sementara kami juga belum menemukan CCTV di titik lain," ujarnya.
Sementara Firdaus mengaku kecewa karena polisi tak kunjung meringkus gerombolan goweser yang mengeroyok dirinya. Dia berharap polisi segera menangkap para pelaku sehingga bisa dihukum.
"Saya kecewa kalau pelaku belum ditangkap, tapi polisi sudah berusaha mencari pelaku. Kita doakan saja segera ditangkap," imbuhnya.
Firdaus dikeroyok gerombolan pesepeda di simpang 3 SMK Raden Patah, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, Senin (6/7) sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu dia akan ke sekolah untuk meminta tanda tangan terkait pengambilan Kartu Indonesia Pintar (KIP). Akibatnya, korban menderita luka lecet di leher, memar di pundak kanan, serta sakit pada perut dan kepala.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Gerombolan Goweser yang Keroyok Pelajar SMK Belum Ditangkap, Korban Kecewa

Trending Now

Iklan