Notification

×

Iklan

Top Ads

Iklan

Indeks Berita

Kasus Editor Metro TV Yodi Prabowo, Dianggap Bunuh Diri

Senin, 27 Juli 2020 | 1:09:00 PM WIB Last Updated 2020-07-27T05:09:24Z


Polsi menunjukan barang bukti tewasnya Editor Metro Tv Yodi Prabowo

KoranElektronik.com - Kasus Editor Metro TV Yodi Prabowo, setelah lebih dua pekan melakukan penyelidikan akhirnya kasus tewasnya Editor Metro Tv terungkap yang mengarah pada kesimpulan bahwa Yodi Prabowo tewas akibat bunuh diri berikut penjelasan polisi.

Dilansir dari Kompas.com, "Dari beberapa Faktor penjelasan TKP dan keterangan ahli, olah TKP, bukti pendukung, dari keteranbgan lain, maka penyelidikan berkesimpulan yang bersangkutan diduga kuat melakukan bunuh diri," ungkap Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimimum) Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (25/7/2020) lalu.

Tubagus mengungkapkan bahwa Yodi bunuh diri lantaran mengalami depresi, usai melakukan pemeriksaan ke dokter kulit dan kelamin di rumah sakit Sakti Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Berdasarkan hasil penyelidikan, Yodi ketahui sempat menjalani tes dan konsultasi di poli penyakit kulit dan kelamin RSCM. Kemudian disarankan dokter untuk menjalani tes HIV.

"Tim menemukan adanya catatan transaksi keuangan di RSCM kencana. Di sana yang bersangkutan melakukan tes dan konsul di RSCM," ujar Tubagus.

"Adakah kaitannya dengan bunuh diri? sangat terkait kaitannya dengan kemungkinan munculnya depresi, tetapi ini dijelaskan oleh ahli di bidang psikologi forensik," ungkapnya.

Meskipun demikian, Tubagus belum mbisa menjelaskan lebih rinci hubungan pemeriksaan HIV dengan dugaan bunuh diri yang dilakukan Yodi Prabowo.

Namun, hasil pemeriksaan Laboratorium di RSCM kencana, Yodi dipastikan negatif HIV. Sayangnya, hasil laboratorium tidak pernah diketahui Yodi.

"Kita sudah lakukan pemeriksaan, kalau sudah diperiksakan amphetamine berarti dia pakai," kata Tubagus.

Pengaruh obat tersebut lah yang diduga kuat menjadi penyebab utama dirinya nekat melakukan tindakan bunuh diri.

Kesimpulan Yodi tewas karena bunuh diri juga diperkuat dengan temuan sejumlah barang bukti lain.

Salah satunya sebilah pisau yang ditemukan polisi dibawah mayat Yodi saat olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Yang kedua telah dilakukan pemeriksaan TKP tidak ada ceceran darah ditempat lain kecuali ditempat di mana korban jatuh terlungkup kemudian ada muncratan darah di tembok, sedikit sekali," ujar Tubagus.

Berdasarkan pemeriksaan sempel darah oleh pihak laboratorium forensik, polisi memastikan bahwa darah tersebut sesuai dengan DNA Yodi Prabowo.

Selain itu, sidik jari di semua barang bukti yang ditemukan dilokasi hanya terdapat sidik jari Yodi, polisi sudah mengambil sempel sidik jari dan DNA semua anggota keluarga dekat hingga teman dekat korban. Namun tidak ada yang cocok dengan yang ditemukan di semua barang bukti.

Lebih lanjut, polisi juga menemukan bukti rekaman CCTV yang memperlihatkan Yodi membeli sendiri pisau tersebut di ACE Herdware pada 7 Juli 2020.

"Ternyata kami temukan korban sedang membeli pidau tersebut. Baju yang dikenakan sama persis dengan baju yang dipakai saat jenazah ditemukan," kata Tubagus.

Meski sudah menyimpulkan bahwa Yodi karena bunuh diri, polisi belum menerbitkan surat perintah pemberhentian penyelidikan (SP3).

Hal tersebut diungkapkan Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus, Sabtu (25/7/2020).

Alasannya polisi masih menunggu adanya temuan bukti baru seiring berjalannya waktu.

Yusri berpandangan bahwa bisa saja terdapat bukti-bukti baru yang dapat memperterang penyebab utama tewasnya Yodi Prabowo.[MA/KE]
×
Berita Terbaru Update