Notification

×

Iklan

Top Ads

Iklan

Indeks Berita

Ketua MPR RI Soroti Persaingan Negara Dunia Dalam Perkembangan Vaksin Virus Corona

Rabu, 29 Juli 2020 | 7:23:00 PM WIB Last Updated 2020-07-29T11:23:52Z


Foto: Dok. MPR RI


Koranelektronik.com – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo melihat penemuan vaksin adalah isu krusial di negara-negara yang terjangkiti virus Corona, termasuk di Indonesia. Beberapa negara bersaing menemukan vaksin yang tepat untuk menghentikan penyebaran virus itu.

Bamsoet mengulas persaingan pengembangan vaksin berlangsung di beberapa negara Eropa dan Amerika. Pekan lalu, kata dia, mengeluarkan peringatan keamanan, sebab intelijen ketiga negara itu mencurigai Rusia tengah berupaya meretas data vaksin Covid-19 yang sedang dikembangkan.

"Tanggal 22 Juli 2020, Amerika Serikat meminta China menutup konsulat jenderalnya di Houston, Texas sebagai upaya agar China tak bisa mengejar penemuan vaksin yang dikembangkan National Institute of Allergy and Infectious Disease (NIAID) yang berbasis di Texas. Menandakan betapa gentingnya pandemi COVID-19 yang hanya bisa dituntaskan melalui penemuan vaksin," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Rabu (29/7/2020).

Bamsoet menekankan, saking gentingnya penemuan vaksin, Amerika Serikat mengucurkan investasi US$2,2 miliar untuk mendukung penelitian program vaksin oleh perusahaan farmasi Moderna, Johnson & Johnson, dan AstraZeneca. Dengan memberikan dukungan finansial, Amerika akan mendapatkan 300 juta dosis vaksin dari AstraZeneca pada akhir 2020.

Indonesia, tutur Mantan Ketua DPR RI periode 2014-2019 tersebut, juga tengah berupaya mendapatkan vaksin melalui kerja sama PT Biofarma dengan Sinovac Biotech.

"Vaksin Sinovac merupakan satu dari lima vaksin dunia yang sudah memasuki uji klinis fase ketiga. Empat vaksin lainnya antara lain Sinopharm oleh Wuhan Institute of Biological Products dan Beijing Institute of Biological Products, China, AstraZeneca oleh University of Oxford, Inggris, dan Moderna oleh NIAID, Amerika Serikat," sambung Bamsoet.

Ia menjelaskan, diperkirakan tahun 2021 Indonesia sudah dapat memproduksi sendiri vaksin Covid-19 untuk diberikan pada masyarakat. Bahkan, tidak menutup kemungkinan Indonesia juga bisa membantu menyiapkan vaksin untuk negara lain.

"Perebutan mendapatkan vaksin COVID-19 menjadi penanda baru betapa dunia tak hanya dihantui persaingan militer, ekonomi, dan teknologi informasi. Melainkan juga persaingan di dunia farmasi kesehatan. Tak menutup kemungkinan di tahun mendatang dunia akan dilanda pandemi penyakit lain, yang menuntut vaksin sebagai jalan keluarnya. Indonesia harus bersiap diri mengembangkan dunia kefarmasian sejak dini," tuntas Bamsoet.
×
Berita Terbaru Update