Iklan

Iklan

Kritik KPK soal Tim Pemburu Koruptor, Mahfud: Yang Kurang Setuju Itu Pak Nawawi

Santi Dwi Lestari
Rabu, 15 Juli 2020 | 6:01:00 PM WIB Last Updated 2020-07-15T10:01:15Z
Menko Polhukam, Mahfud Md bersiap meninggalkan Gedung KPK memberikan keterangan seusai menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) di Jakarta, Senin (2/12/2019). Diberitakan sebelumnya, KPK mengimbau para menteri untuk melaporkan kekayaan mereka ke KPK. (merdeka.com/Dwi Narwoko)



Menko Polhukam Mahfud Md berencana menghidupkan kembali Tim Pemburu Koruptor. Namun, rencana ini menuai pro dan kontra. Termasuk dari Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nawawi Pomolango.
Mahfud menuturkan hal ini biasa saja terjadi. Namun, soal kritik dari Nawawi, dia menilai pimpinan lembaga antirasuah itu tidak mewakili lembaga.

"Di negara demokrasi itu apapun ada pro-kontra. Kalau Anda bilang KPK misalnya agak kurang setuju, itu Pak Nawawi. Dan bagus Pak Nawawi itu," kata Mahfud Md, Jakarta, Rabu (15/7/2020).
Menurut dia, Ketua KPK Firli Bahuri justru menunjukkan hal sebaliknya soal Tim Pemburu Koruptor.
"Tapi kalau saya baca hari ini Pak Firi bagus, mendukung. KPK kan juga banyak juga. Dan itu tandanya demokrasi," ungkap Mahfud.
Dia mengatakan siapa saja boleh berpendapat. Tapi, yang berlaku nanti adalah keputusan rapat resmi.
"Proses nomokrasinya (kedaulatan hukum.red). Proses politik tukar opininya siapa saja boleh ngomong. Dan saya akan terus mengerjakan ini secara serius, tentang Tim Pemburu Koruptor ini. Tapi tetap memperhatikan saran-saran dari masyarakat," tukas Mahfud.

Kritikan Nawawi

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nawawi Pomolango ikut mengomentari pernyataan Menko Polhukam Mahfud MD yang akan menghidupkan kembali tim pemburu koruptor.
Nawawi mengingatkan kegagalan pada tahun 2002 saat tim pemburu koruptor dibentuk pada era Soesilo Bambang Yudhoyono.
"Saya pikir pembentukan tim ini di tahun 2002 (2004-red) dan senyatanya tidak memberi hasil optimal, cukup untuk menjadi pembelajaran untuk tidak diulangi lagi," ujar Nawawi saat dikonfirmasi, Selasa (14/7/2020).
Nawawi berpandangan, dari pada membentuk kembali tim pemburu koruptor yang nantinya akan membutuhkan kembali anggaran negara, lebih baik mengoptimalkan koordinasi antar penegak hukum.
"Mungkin adalah lebih bijak dengan meningkatkan semangat koordinasi dan supervisi antar lembaga penegak hukum plus badan atau lembaga lain yang terkait, sekaligus menyemangati lagi ruh integrated criminal justice system yang belakangan ini menjadi seperti jargon tanpa makna," kata dia.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Kritik KPK soal Tim Pemburu Koruptor, Mahfud: Yang Kurang Setuju Itu Pak Nawawi

Trending Now

Iklan