Notification

×

Iklan

Top Ads

Iklan

Indeks Berita

KSPI tuduh pemerintah berpihak ke pengusaha, RUU Cipta Kerja.

Senin, 20 Juli 2020 | 8:13:00 PM WIB Last Updated 2020-07-20T12:13:47Z


Presiden KPSI Said Iqbal

KoranElektronik.com - Rancangan Undang Undang (RUU) Cipta Kerja menjadi sorotan beberapa hari terakhir ini, adanya RUU Cipta kerja tetap memunculkan penolakan meski dinilai akan memudahkan investasi dan pembukaan lapangan kerja.

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengatakan bahwa pemerintah lebih berpihak kepada pengusaha.

Presiden KSPI Said Iqbal mengatakan keberpihakan tercermin dari penolakan pengusaha yang tergabung dalam Kadin (Kamar Dagang dan Industri) dan Asosiasi pengusaha Indonesia (Apindo) atas usulan RUU Cipta Kerja versi buruh.

"Kami sudah buat, drafnya tebal dan mereka pura-pura enggak tahu ada ini (naskah versi buruh)," Kata Said Iqbal dalam konferensi pers di kantor KSPI, Pondok Gede, Jakarta Timur, Senin (20/7/2020).

Iqbal Said mengatakan Dalam tim perumus RUU Cipta Kerja yang dibentuk Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian,  kalangan pengusaha selalu mengendalikan pembahasan. Kendali itu membuat masukan dan rekomendasi para buruh tak pernah masuk ke dalam draf RUU.

"Tim itu hanya mendengar masukan, tidak ada rekomendasi, tidak ada keputusan. Pemerintah sangat berpihak kepada pengusaha Kadin dan APINDO. Itu tidak sesuai, tim itu dengan arogan menolak konsep serikat buruh," Tegasnya.

Menurutnya, rancangan Ominbus Law Cipta Kerja yang saat ini dibahas di Parlemen juga tak sesuai dengan harapan Presiden Joko Widodo. Salah satunya, soal pembukaan lapangan kerja seluas-luasnya serta perlindungan kesejahteraan bagi pekerja.

Said Iqbal menjelaskan RUU Cipta Kerja yang kini dibahas DPR justru mengebiri konsep perlindungan terhadap buruh. Kebiri dilakukan mulai dari penggunaan buruh alih daya (outsourcing) hingga pengaturas kontrak kerja seumur hidup untuk semua jenis pekerjaan.[MA/KE].






×
Berita Terbaru Update