Notification

×

Iklan

Top Ads

Iklan

Indeks Berita

Manipulasi Dokumen Elektronik Rp 8,6 Miliar, Tiga Pria Tersangka Di Amankan Polisi

Kamis, 16 Juli 2020 | 9:39:00 PM WIB Last Updated 2020-07-16T13:39:23Z



Pelaku manipulasi dokumen elektronik Rp 8,6 miliar diringkus (Foto: Hilda Meilisa Rinanda)


Koranelektronik.com, Polisi mengungkap kasus intersepsi dan manipulasi dokumen elektronik. Polisi mengamankan tiga pelaku yang mengantongi keuntungan hingga Rp 8,6 miliar.
Kasus ini bermula dari laporan polisi pada tanggal 17 Juni 2020. Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko menyebut sebuah perusahaan, PT Toyobo Jepang merasa ditipu oleh PT Kalimantan Kuasa.
Sebelumnya, pada Februari 2020, terjadi jual beli produk plastik antara PT Trias Sentosa sebagai penjual dan PT Toyobo Jepang sebagai pembeli.
"Setelah dilakukan pengiriman barang, PT Trias Sentosa mengirim tagihan ke PT Toyobo Jepang. Lalu di tengah perjalanan, PT Kalimantan Kuasa ini memotong komunikasi dengan membuat akun email mirip dengan akun email milik PT Trias Sentosa," kata Truno saat rilis di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya, Kamis (16/7/2020).
Saat memotong komunikasi, Truno menyebut PT Kalimantan Kuasa memotong mengirim pemberitahuan melalui email. Pemberitahuan ini berisi pengalihan pembayaran tagihan dengan nilai Rp 8,6 Miliar dari PT Trias Sentosa ke PT Kalimantan Kuasa.
"Jadi para pelaku ini meminta pengalihan pembayaran ke rekening milik PT Kalimantan Kuasa," imbuh Truno.
Dalam kasus ini, polisi mengamankan tiga tersangka yakni Reza Hernanda yang berperan mempersiapkan rekening untuk menampung uang penipuan, Syahrudin Noor sebagai perantara pencarian rekening perusahaan dan Denny Anggriawan yang menjadi pemilik PT Kalimantan Kuasa dan pemilik rekening perusahaan.
"Jadi ketiganya saat ini dilakukan proses pemeriksaan terkait pasal 31 ayat 1 dan 2 Jo pasal 46 ayat 1 dan 2 atau pasal 35 Jo pasal 51 ayat 1 UU Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik pasal 55 ayat 1 atau 56 KUHP atau pasal 5 atau pasal 4 atau pasal 5 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang (TPPU)," papar Truno.
Di kesempatan yang sama, Truno berpesan pada masyarakat untuk berhati-hati saat melakukan transaksi elektronik. Karena, banyak orang yang memanfaatkan momen tersebut untuk melakukan penipuan.
"Jadi apa bila ada pesan di email atau di aplikasi elektronik manapun, waspada jangan mudah percaya," pesan Truno.
×
Berita Terbaru Update