Notification

×

Iklan

Top Ads

Iklan

Indeks Berita

Megawati Meminta Jokowi Mengoptimalkan Manajemen Pengelolaan Pangan

Jumat, 17 Juli 2020 | 10:17:00 PM WIB Last Updated 2020-07-17T14:17:44Z


Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyatakan bahwa Indonesia kaya dengan hasil pangan, sehingga Presiden Jokowi hanya perlu mengoptimalkan manajemen pengelolaan pangan (CNN Indonesia/Hesti Rika)

Koranelektronik.com – Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menjelaskan bahwa Indonesia adalah negara yang berlimpah kekayaan hasil pangan. Oleh karena itu, Ia meminta Presiden Joko Widodo untuk tidak takut dan harus terus mengoptimalkan manajemen pengelolaan pangan.

“Kita ini kaya, sungguh kaya raya. Saya berbicara dengan Presiden Jokowi, jangan pernah takut sebab kita sudah memiliki semuanya, yang belum dijalankan adalah bagimana pengelolaan terhadap sebuah manajemen negara,” ujarnya usai menyampaikan  calon kepala daerah yang diusung partai PDIP, Jumat (17/7).

Ia lalu, mengingatkan Negara Indonesia harus berdaulat terhadap pangan dengan berdiri di atas kaki sendiri. Karena itu, ia sudah mencanangkan gerakan menanam.

“Kita harus selalu mampu berdiri di kaki sendiri, ini harus dapat ditanamkan, dan harus selalu dipercaya,” ujarnya.

Ia mengatakan pemerintah harus segara memikirkan menggarap lahan yang tak terpakai untuk kebutuhan pangan. Karena, negara tetangga yang menjadi produsen beras seperti Thailand, Vietnam, dan Kamboja untuk saat ini sedang berupaya memenuhi kebutahan pangannya sendiri.

“Jangan menganggap remeh. Jika ada tanah-tanah yang tidak terpakai segera dikerjakan dalam hal ini. Sediakan dananya sebab dari pemerintah sisi keuangan kita sudah bisa merealokasi anggaran dan tentu hal itu sangat penting,” ucapnya.

Putri Presiden pertama RI tersebut meminta agar pemerintah tidak terlalu bergantung pada mengimpor beras. Karena, jika negara lain memberhentikan ekspor beras, maka pemerintah akan mengalami kesulitan sendiri.

“Kita terus mengatakan harus mengimpor, pernyataan saya ini untuk semua rakyat Indonesia, jika tak ada negara pengekspor memberikan kepada kita, apakah kita akan selalu berdiam diri? Menurut saya tidak,” katanya

Ia menganjurkan supaya semua pihak tetap bergotong royong dan bergerak cepat menyediakan ketersediaan pangan. Bukan hanya beras, melainkan juga dengan makanan pendamping lainnya.

“Kita tak harus selalu makan beras. Kita butuh mengambil hal-hal yang bisa kita jadikan bahan pangan. Itu yang selalu saya kemukakan  saat kita mengalami keprihatinan mengenai pademi saat ini,” ujarnya.
×
Berita Terbaru Update