Notification

×

Iklan

Top Ads

Iklan

Indeks Berita

Mengapa Indonesia Masih Menggunakan Rapid Test? Berikut Penjelasan Pemerintah

Sabtu, 18 Juli 2020 | 6:27:00 PM WIB Last Updated 2020-07-18T10:29:12Z



Alat rapid test Corona buatan Indonesia. (Dok.detik.com)

Koranelektronik.com, Pemerintah sebelumnya di desak oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik untuk tidak lagi menggunakan rapid test. Karena rapid test dinilai memiliki tingkat akurasi yang rendah dan memastikan seseorang terbebas dari virus Corona Covid-19.

Tim gugus tugas, Dr Reisa Broto Asmoro, menjelaskan bahwa rapid test masih dibutuhkan, rapid test digunakan berdasarkan pedoman dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Dalam pedoman pencegahan dan pengendalian COVID-19 revisi kelima, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menjelaskan bahwa rapid test tidak digunakan untuk kepentingan diagnostik.

Penggunaan rapid test memperkuat pelacakan kontak erat khususnya pada kelompok-kelompok yang memiliki resiko tinggi.

“Dengan keterbatasan RT PCR atau tes dengan sample swab, rapid test dapat digunakan untuk screening pada populasi tertentu yang dianggap beresiko tinggi dan seperti pelaku perjalanan serta untuk menguatkan pelacakan kontak erat dari kelompok-kelompok beresiko,” jelas dr Reisa.

WHO merekomendasikan penggunaan rapid test hanya untuk penggunaan penelitian epidemiologi atau penelitian lainnya yang berhubungan dengan pengendalian virus Corona.

×
Berita Terbaru Update