Notification

×

Iklan

Top Ads

Iklan

Indeks Berita

Meninggal karena COVID-19, Padahal sudah dinyatakan Negatif 3 kali Test

Kamis, 23 Juli 2020 | 2:21:00 PM WIB Last Updated 2020-07-23T09:44:55Z




KoranElektronik.com - Wanita diduga virus Corona COVID-19 meninggal usai dinyatakan tiga kali negatif Corona. Wanita bernama Julie Taylor-Broadbent, dari Hull, Inggris, meninggal di rumah sakit pada 8 Mei, empat hari sebelum ulang tahunnya yang ke-50.
Keluarganya mengatakan mereka 'tidak percaya' pada hasil tes swab yang dijalani Julie semasa hidup. Keluarga Julie juga menyerukan penyelidikan terhadap penanganan pandemi Corona yang dilakukan pemerintah.
Menanggapi hal tersebut, Departemen Kesehatan dan Perawatan Sosial (DHSC) Inggris mengatakan tes Corona atau tes swab 'dapat diandalkan dan efektif'.
Sebelumnya, wanita berusia 49 tahun itu dirawat di rumah sakit karena mengidap maag pada 4 Mei, tetapi kondisinya semakin memburuk dan dia diberi terapi oksigen karena kesulitan bernapas, demikian informasi keluarga.
Keesokan harinya ketika tiba di rumah sakit, dia melakukan tes Corona pertama kali dan hasilnya negatif. Namun, karena dia masih menunjukkan gejala yang mengarah pada virus Corona, dia menjalani dua tes lebih lanjut di rumah sakit pada 6 dan 7 Mei, tetapi hasil dari kedua tes tersebut dinyatakan negatif Corona.
Jayne Taylor-Broadbent (54) sang suami mengatakan kematian istrinya adalah 'bukti' bahwa tes swab tidak efektif. "Tiga tes dan dia tidak positif Corona. Dia dinyatakan negatif tiga kali," katanya, dikutip dari BBC.
Dokter menjelaskan bahwa sementara dia menunjukkan gejala virus Corona COVUD-19, tetapi hasilnya secara konsisten menunjukkan negatif.
"Saya ingin jawaban yang jujur. Saya ingin tahu mengapa Julie meninggal. Kami benar-benar tidak mendapat jawaban dari pemerintah," kata Taylor-Broadbent.
DHSC mengatakan semua tes swab dinilai memiliki spesifikasi yang baik sebelum digunakan, hanya ada kemungkinan kecil hasil tes Corona menjadi false negatif atau negatif palsu atau hasil positif palsu 'seperti tes diagnostik'.
"Pengujian dapat diandalkan dan efektif, dan NHS Test and Trace telah membantu mengisolasi lebih dari 180.000 kasus Corona tanpa ada peningkatan yang signifikan dalam kasus sejak negara mulai memberlakukan lockdown," kata seorang juru bicara DHSC.
Anak perempuan Julie, Emma Smith, 26 tahun, menanggapi respons dari DHSC di mana tes swab disebut akurat adalah sebuah bentuk penghinaan atas kematian ibunya. "Benar-benar menghina sebenarnya," kata Julie.
"Saya ingin mereka melihat apa yang telah mereka lakukan, melihat seberapa besar luka yang mereka timbulkan dan mengatasinya dengan terus terang," jelas Julie.
DHSC tetap menyampaikan hasil tes Corona tidak memiliki kekeliruan. "Setiap kematian akibat virus ini adalah tragedi, dan simpati kami yang terdalam disampaikan kepada semua orang yang kehilangan orang yang dicintai," sebutDHSC.

×
Berita Terbaru Update