Notification

×

Iklan

Top Ads

Iklan

Indeks Berita

Menkeu Memastikan Gaji ke-13 PNS Cair pada Bulan Agustus Mendatang

Selasa, 21 Juli 2020 | 2:57:00 PM WIB Last Updated 2020-07-21T06:57:52Z


Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkap pemberian gaji ke-13 PNS akan cair pada Agustus 2020. (CNN Indonesia/Andry Novelino).


Koranelektronik.com – Menteri Keuangan Sry Mulyani Indrawati pastikan pemberian gaji ke-13 untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) seperti Pegawai Negeri Sipil (PNS), TNI dan Polri akan cair bulan Agustus mendatang. Gaji ke-13 tersebut masuk kedalam program stimulasi perekonomian di masa pademi Virus Corona.

“Pembayaran gaji ke-13 direncanakan dilakukan pada Agustus 2020, dan untuk pelaksanaan ini kami akan segera mengeluarkan revisi dari regulasi yang ada," katanya, Selasa (21/7).

Pembayaran gajih ke-13 ini mundur dari biasanya yaitu pada bulan Juli. Ani, sapaan akrabnya, menyebut pembayaran gajih ke-13 ini diharapkan mampu jadi stimulasi ekonomi Indonesia di tengah pademi.

"Terutama dikaitkan dengan tahun ajaran baru dan kondisi Covid-19, sehingga bisa meningkatkan belanja ASN, TNI, Polri, dan pensiunan," ujarya.

Bendahara negara mengatakan untuk pembayaran gajih ke-13 pemerintah anggarkan dan sebesar Rp28,5 triliun.
Terdiri dari anggaran melalui ABPN sebesar Rp14,6 triliun. Rinciannya untuk gaji dan tunjangan yang melekat pada gaji ASN pusat sebesar Rp6,73 triliun. Selain itu, pemerintah juga mengalokasikan untuk pensiunan sebesar Rp7,86 triliun.

Sisanya, berasal dari APBD untuk ASN daerah sebesar Rp13,89 triliun.

"Sehingga total pembayaran gaji 13 ini adalah Rp28,5 triliun," ujarnya.

Sebelumnya, staf Khusus Menkeu Sry Mulyani Bidang Komunikasi dan Strategis Yustinus Prastowo mengatakan kemungkinan pemberian gaji ke-13 baru diputuskan pada Oktober atau November 2020.

Kebijakan tersebut diambil sebab pemerintah ingin mengutamakan program dan penanganan pademi virus corona di Indonesia.

"Terinfo (gaji ke-13) baru akan diputuskan antara Oktober atau November mendatang. Prioritas (sat ini) ke upaya dan program penanganan Covid-19 dulu," ucap Yustinus.
×
Berita Terbaru Update