Notification

×

Iklan

Top Ads

Iklan

Indeks Berita

Menteri Kelautan dan Perikanan Tidak Tenggelamkan Kapal Pencuri Ikan.

Kamis, 23 Juli 2020 | 10:22:00 AM WIB Last Updated 2020-07-23T02:22:12Z



Foto: Adi Saputro (dok.detik.com)

Koranelektronik.com, -Oktober 2019 telah berhasil dilakukan penangkapan 66 kapal yang terbukti maling ikan.

Edhy menjelaskan bahwa kapal-kapal itu kondisinya masih bagus, sehingga sebaiknya disumbangkan kepada lembaga pendidikan yang membutuhkan  agar bisa dimanfaatkan.

"Kapal-kapal yang kita sita ke depannya karena ini kapal masih bagus kita sudah koordinasi dengan Menteri Keuangan dan Kejaksaan Agung arahnya nanti kita akan hibahkan kepada lembaga-lembaga pendidikan kita," kata Edhy saat konferensi pers dan peninjauan kapal illegal fishing di Pontianak yang dilihat secara virtual, Rabu (22/7/2020).

Menteri Kelautan dan Perikanan ingin memperkuat sekolah kejuruan di sektor perikanan yang umumnya membutuhkan banyak praktik tapi terkendala fasilitas. Dengan cara ini diharapkan dapat merealisasikan keinginan tersebut.

"Namanya saja jurusan perikanan. Perikanan itu salah satunya ada perikanan tangkap, tidak ada alat praktiknya salah satunya kapal makanya kita akan memperkuat sekolah-sekolah perguruan tinggi itu dari pusat sampai daerah. Ada SMK perikanan, inginnya SMK perikanan ini juga praktik lapangannya cukup banyak dan untuk praktik itu perlu fasilitas. Koordinasi ini akan terus-menerus dan kami berharap ini segera kami laksanakan," jelasnya.

Edhy Mengaku belum ada kapal yang ditenggelamkan, namun dia tidak segan-segan untuk melalukan penenggelaman kepada kapal maling ikan yang melakukan perlawanan.

"Jadi perlu saya ulangi, kami sangat tegas dalam hal ini bahkan jika pelaku illegal fishingmelawan di tengah laut saya sudah perintahkan jajaran untuk tidak segan-segan menenggelamkan sesuai dengan ketentuan dan SOP yang sudah kita miliki," ucapnya.

66 kapal maling yang ditangkap Oktober 2019 diantaranya, 49 kapal berbendera asing, dan 17 kapal bendera Indonesia. Kapal bendera asing tersebut berasal dari 22 kapal Vietnam, 14 kapal Filipina, dan 12 kapal Malaysia.

Saat ini proses penanganan kapal yang berhasil ditangkap dan sifatnya telah mendapat keputusan hukum atau inkracht di pengadilan.

16 kapal mendapatkan putusan hukum atau inkracht, 4 kapal dalam proses banding, dan 1 kapal ditenggelamkan karena melakukan perlawanan.


Untuk 17 kapal Indonesia, 2 kapal diproses hukum karena terkait dengan destructive fishing (penangkapan ikan yang merusak). Sedangkan 15 kapal diberikan sanksi administrasi sebagai bentuk pembinaan kepada nelayan Indonesia.
×
Berita Terbaru Update