Notification

×

Iklan

Top Ads

Iklan

Indeks Berita

Pasangan Suami Istri Spesialis Curanmor Ditangkap di Banyuwangi

Rabu, 29 Juli 2020 | 8:55:00 PM WIB Last Updated 2020-07-29T12:55:57Z





KoranElektronik.com - Polisi membekuk pasutri spesialis pencurian kendaraan bermotor. Total sebanyak 22 kasus curanmor dilakukan keduanya. Polisi terpaksa menembak kaki sang suami karena melakukan perlawanan saat hendak ditangkap.
"Pelaku merupakan pasutri. Sang suami berinisial AR (40) dan isterinya WJ (40) warga Desa Kebaman, Kecamatan Srono," kata Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifuddin, Rabu (29/7/2020).
Pasutri ini, kata Arman, diduga merupakan bagian dari sindikat curanmor antar daerah. Di Banyuwangi sendiri ada 21 kasus di enam kecamatan berbeda. Sementara total motor yang digasak tersangka mencapai 50 unit.
"Di Banyuwangi ada sekitar 21 kasus. Total sekitar 50 unit motor yang mereka gasak," tambahnya.
Terungkapnya sindikat curanmor ini berdasarkan laporan dari korban, warga Kelurahan Klatak Kecamatan Kalipuro yang kehilangan kendaraan bermotornya.
"Berawal dari laporan korban inisial S telah kehilangan kendaraan pada tanggal 23 Juli 2029. Kita lakukan penyelidikan hingga akhirnya dua orang, pasangan isteri berhasil kita tangkap," imbuhnya.
Menurut Arman, sebelum melancarkan aksinya, kedua tersangka berkeliling mencari target. Tersangka selalu mencari sasaran sepeda motor jenis Honda yang terparkir di halaman rumah.
"Awal pelaku diantar oleh istrinya mencari sasaran, setelah sampai di tempat tujuan selanjutnya istrinya pulang ke rumah," sebutnya.
Sembari menunggu datangnya malam, tersangka AR mencari pondok yang berada di sekitar TKP. Saat tengah malam, tersangka berjalan kaki menuju rumah target sasaran.
"Tersangka melompat pagar dan membuka kunci gembok pagar menggunakan kunci T," kata Arman.
Tersangka langsung membobol motor korbannya menggunakan kunci T. Setelah berhasil, tersangka mengeluarkan motor hasil curian dari pagar rumah korban dan langsung membawanya kabur.
Hasil motor curian tersebut, oleh tersangka langsung dibawa ke Lumajang untuk dijual ke seorang penadah berinisial T, yang saat ini sudah ditetapkan sebagai DPO (daftar pencarian orang). "Untuk jenis Scoopy dihargai Rp 3.500.000, untuk Vario dihargai Rp 3.000.000, dan Honda BeAT dihargai Rp 2.500.000," sebutnya.
Arman mengungkapkan selain berhasil menangkap kedua tersangka, polisi juga berhasil mengamankan belasan barang bukti. Di antaranya, 5 unit sepeda motor Honda berbagai merek, 3 rumah anak kunci T, 6 anak kunci T (2 bentuk persegi dan 4 berbentuk pipih), 1 unit Senter kodok (Kepala) dan 2 buah gagang kunci Honda bermagnet.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pasutri ini harus mendekam di jeruji sel tahanan. Keduanya dijerat Pasal 363 Ayat 1 ke 3e, 4e, dan 5e KUHP Jo 65 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman Hukuman 9 Tahun Penjara.

×
Berita Terbaru Update