Notification

×

Iklan

Top Ads

Iklan

Indeks Berita

Pemerintah Memantau 57.393 Suspek Covid-19 per 29 Juli

Rabu, 29 Juli 2020 | 5:23:00 PM WIB Last Updated 2020-07-29T09:24:38Z


Foto: Ilustrasi virus Corona. (Edi Wahyono/detikcom).

Koranelektronik.com – Jumlah kasus baru virus Corona pada hari ini bertambah menjadi 104.432 orang. Pemerintah melakukan pemantauan pada 57 ribu suspek Corona.

Diketahui informasi dari Satgas Percepatan Penanganan Covid-19, Rabu (29/7/2020), bertambah 2.381 kasus baru positif Covid-19 sehingga kini total menjadi 104.432 kasus. Data dikumpulkan berdasarkan update hari ini per pukul 12.00 WIB.

Ada tambahan 1.599 pasien Corona sembuh hari ini sampai total yang sembuh dari Covid-19 ada 62.138 orang. Hanya saja kasus kematian masih terjadi. Ada 74 pasien Corona yang meninggal dunia per 28 Juli ini sehingga total kasus kematian akibat Corona ada 4.975.

Hari ini pemerintah berhasil memeriksa 30.261 spesimen terkait Corona. Virus corona diketahui telah menyebar di 473 kabupaten/kota di 34 provinsi.

Sebanyak 57.393 suspek masih dalam pemantauan pemerintah hari ini. Kasus suspek merupakan definisi operasional baru yang digunakan pemerintah. Istilah 'kasus suspek' adalah salah satu istilah baru yang diatur dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Selain suspek, istilah baru lainnya yakni kasus probable, kasus konfirmasi, dan kontak erat. Istilah ini menggantikan istilah yang sebelumnya dipakai, yakni orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), dan orang tanpa gejala (OTG).

Berdasarkan Kepmenkes tersebut, berikut ini definisi kasus suspek:

   
a.     Orang dengan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara/wilayah Indonesia yang melaporkan transmisi lokal.

b.     Orang dengan salah satu gejala/tanda ISPA dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi/probable COVID-19.

c.      Orang dengan ISPA berat/pneumonia berat yang membutuhkan perawatan di rumah sakit DAN tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan.
×
Berita Terbaru Update