Notification

×

Iklan

Top Ads

Iklan

Indeks Berita

Periksa 9 Saksi Terkait Pengadaan Barang/Jasa Di Bupati Kutai Timur

Jumat, 24 Juli 2020 | 10:28:00 PM WIB Last Updated 2020-07-24T14:28:52Z


Bupati Kutai Timur menjalani pemeriksaan perdana di KPK. (Ari Saputra/detikcom)

KoranElektronik.Com, Jakarta – KPK akhirnya memeriksa 9 saksi terkait kasus dugaan suap pekerjaan infrastruktur yang menjerat Bupati Kutai Timur (Kutim) Ismunandar. Lewat 9 saksi itu, KPK mencari tahu proses pengadaan barang dan jasa di Kutai Barat.

“Penyidik KPK mengkonfirmasi keterangan para saksi tersebut terkait dengan proses pengadaan barang dan jasa di Pemkab Kutai Timur,” kata Plt Jubir KPK Ali Fikri, Jumat (24/7/2020).

"Disamping itu mengenai dugaan pengaturan jumlah fee yang sudah di atur dan ditentukan serta dugaan informasi adanya pemberian mobil kepada tersangka ISM," ucap Ali.

Pemeriksaan dilakukan di Polres Samarinda, Kaltim. Ali mengatakan rencananya penyidik menjadwalkan pemeriksaan untuk 11 saksi, namun hanya 9 saksi yang hadir.

Saksi-saksi yang hadir ialah PPK pada Dinas PU Kutai Timur, Rudi; PPK pada Dinas PU Kutai Timur, Indra Nur Fahrial; Sopir Bupati, Didik; Kabid Sumber Daya Air Dinas PU Kutim, Reza Renanta; PPK pada Dinas PU Kutim, Haris Afandi;  Kasat Pol PP Kutim, Didi Herdiansyah; PNS Dinker Kutim, Mirwan; ADC Bupati Kutim, Hafarudin.

Sedangkan tiga saksi yang tidak hadir ialah adik ismunandar, Yeni; Kasi Perencanaan Teknis Bidang Bina Marga Dinas PU Kab Kutim, Asran Lode; dan Staf Bapenda Kab Kutim, Panji. Ketiga akan dipanggil ulang.

“KPK masih akan memeriksa beberapa orang saksi, untuk itu mengingatkan agar para saksi-saksi yang di panggil oleh penyidik KPK agar kooperatif hadir memenuhi kewajiban hukum tersebut,” ujarnya
Dalam kasus ini, tujuh orang ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Ketujuh tersangka dijerat karena terjaring operasi tangkap tangan KPK pada Kamis (2/7).
Sebagai penerima
-Ismunandar selaku Bupati Kutai Timur;
-Encek UR Firgasih selaku Ketua DPRD Kutai Timur;
-Suriansyah selaku Kepala BPKAD,
-Aswandi selaku Kadis PU;
-Musyaffa selaku Kepala Bapenda
Sebagai pemberi
-Aditya Maharani selaku kontraktor;
-Deky Aryanto selaku rekanan.
KPK juga mengatakan total uang yang disita dalam OTT itu senilai Rp. 170 Juta dan beberapa tabungan dengan Total Saldo sekitar Rp. 4,8 Miliar.
(MALA/KE)

×
Berita Terbaru Update