Notification

×

Iklan

Top Ads

Iklan

Indeks Berita

Polisi Jelaskan soal Kabel yang Dipakai Tersangka WN Prancis Bunuh Diri di Sel

Senin, 13 Juli 2020 | 2:52:00 PM WIB Last Updated 2020-07-13T06:52:30Z




Foto: Kombes Yusri (Agung Pambudhy)

KoranElektronik.com - WN Prancis FAC (65), tersangka kasus pencabulan ratusan anak diduga tewas dengan cara gantung diri di sel tahanan Polda Metro Jaya. Polisi menyebut FAC bunuh diri dengan mengikat lehernya menggunakan kabel.

"Ada kabel yang terikat tapi tidak tergantung, berupaya untuk membebankan dengan badan yang berat ini di tembok, berupaya untuk ada percobaan bunuh diri yang dilakukan oleh tersangka FAC dengan menggunakan kabel yang memang kabel itu ada di dalam sel tahanan," jelas Kabid Humas Polda Jaya Kombes Yusri Yunus kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (13/7/2020).

Yusri mengatakan, tembok sel tahanan ukurannya cukup tinggi. Akan tetapi, postur tersangka FAC yang tinggi, sehingga dia bisa meraih kabel tersebut.

"Dengan tingginya yang tersangka bisa meraih dengan menaiki tembok kamar mandi yang ada. Kalau orang biasa tidak akan nyampe, dikarena dia tinggi jadi dia bisa ambil dan kemudian dililitkan di lehernya," tuturnya.

Yusri mengatakan, saat ditemukan posisi FAC tidak tergantung. Diduga FAC menjadikan beban tubuhnya untuk menjerat lehernya dengan kabel tersebut.

"Jadi tidak tergantung, (tetapi) berupaya dengan beban badannya ada percobaan bunuh diri," katanya.
Peristiwa ini terjadi pada Kamis (9/7) malam. Kejadian ini diketahui oleh petugas jaga tahanan yang sedang berjaga.
"Saat itu juga dan kemudian dilarikan ke RS Polri dan diberi tindakan medis," katanya.
FAC mendapat perawatan selama 3 hari di RS Polri. Dia dinyatakan meninggal dunia pada Minggu (12/7) sekitar pukul 20.00 WIB. Saat ini pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Prancis terkait pemulangan jenazah korban.
Sebelumnya diberitakan, FAC ditangkap polisi usai terbukti melakukan aksi pencabulan terhadap 305 anak. Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana mengatakan para korban dari tersangka banyak yang berasal dari anak-anak jalanan.
Dalam melakukan aksinya, FAC menggunakan modus mengaku sebagai fotografer. Dia kemudian mengiming-imingi korbannya untuk dijadikan fotomodel sebelum akhirnya disetubuhi.
×
Berita Terbaru Update