Notification

×

Iklan

Top Ads

Iklan

Indeks Berita

Pura-pura Usir Setan, Pria Ini Cabuli Remaja di Tapanuli

Rabu, 29 Juli 2020 | 8:59:00 PM WIB Last Updated 2020-07-29T12:59:35Z


Ilustrasi Pencabulan




Koranelektronik.com, Seorang pria berinisial YSS (40), dikeroyokin warga di Kecamatan Batang Koala, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara (Sumut)

YSS diketahui mencabuli seorang remaja, M (17), dengan modus pura-pura mengusir setan.

YSS melancarkan aksi bejatnya pada saat tengah malam, pada saat keluarga korban tengah terlelap tidur.

Kapolres Tapanuli Selatan AKBP Roman Smaradhana memaparkan, perbuatan cabul itu dua kali dilakukan tersangka. Dia pertama kali beraksi Sabtu (11/7), sedangkan yang kedua pada Sabtu (25/7).
Peristiwa berawal saat ibu korban S (49) memanggil YSS untuk mengobati M, abang korban yang tengah sakit, Sabtu (11/7). Dalam ritual itu, dia juga mengatakan korban juga perlu diobati. Tersangka mengatakan kepada korban “Kau juga ada setanmu, mau kau diobati’ Karena merasa takut, korban menurut," ujar Roman, Selasa (28/7).
Untuk meyakinkan M dan keluarganya, YSS menyuruh perempuan itu membaca 30 lembar Alquran. Setelah itu dia disuruh masuk ke kamarnya.
Sekitar pukul 23.00 WIB, saat keluarga M sudah tidur, YSS masuk ke dalam kamar M. Di sana dia melakukan totok hipnotis terhadapnya. Selanjutnya, YSS menyetubuhi korban.
Aksi serupa dilakukan YSS pada Sabtu (25/7). Setelah melakukan perbuatannya dia mengancam korban. "Tidak boleh dibilang sama siapa-siapa. Kalau kau bilang, kecelakaan mamamu sama ayahmu," ancamnya.
Setelah peristiwa itu, korban merasa takut saat berjumpa dengan YSS. Dia juga mengeluhkan sakit di bagian kemaluannya. M akhirnya menceritakan peristiwa yang dialaminya. Keluarga kemudian melaporkan kejadian itu ke polisi, pada Minggu (26/7).
Masyarakat berhasil mengamankan Yudi. Dia sempat diamuk massa sebelum diserahkan ke kepala desa dan personel Polsek Batang Angkola.
"Saat diamankan, pelaku mengalami luka di bagian kepala dan wajahnya akibat dihakimi massa," jelas Roman.
Karena aksi bejatnya, tersangka dijerat dengan Pasal 81 subs Pasal 82 jo Pasal 76 E dari UU RI No 35 Tahun 2004 tentang Perubahan atas UU RI No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
"Tersangka terancam hukuman penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun," pungkas Roman.

×
Berita Terbaru Update