Notification

×

Iklan

Top Ads

Iklan

Indeks Berita

Tahanan Rutan Trenggalek 1 orang Positif COVID-19

Minggu, 26 Juli 2020 | 11:05:00 PM WIB Last Updated 2020-07-26T15:05:03Z





KoranElektronik.com - Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Trenggalek Zainal Fanani mengatakan narapidana yang menjadi pasien COVID-19 Trenggalek ke-74 itu kini menjalani karantina di sel isolasi. Napi tersebut berusia 35 tahun asal Desa Dukuh, Kecamatan Watulimo.
"Kondisinya cukup sehat, dia itu OTG atau orang tanpa gejala. Sekarang kami isolasi di sel khusus yang ada di bagian belakang," kata Zainal Fanani, Minggu (26/7/2020).
Kasus paparan virus Corona pertama di Rutan Trenggalek tersebut berawal saat tim Dinas Kesehatan Trenggalek melakukan rapid massal terhadap ratusan narapidana, tahanan dan petugas di Rutan Trenggalek selama tiga hari berturut-turut.
"Pada hari pertama ada dua yang reaktif, salah satunya dia, kemudian hari kedua ada dua lagi yang reaktif dan hari terakhir tidak ada yang reaktif. Selanjutnya mereka diambil swab," ujarnya.
Dari pemeriksaan spesimen swab, narapidana kasus perlindungan anak tersebut diketahui jika yang bersangkutan positif Corona dan satu orang dinyatakan negatif. Sedangkan dua narapidana lain hasil swab-nya masih belum keluar.
Zainal Fanani menambahkan dalam sehari-hari pasien 74 di dalam rutan bertugas sebagai tamping yang membantu bertugas rutan untuk membawa makanan kiriman keluarga warga binaan dari pintu dua ke pintu tiga.
"Dia yang mengantarkan kiriman makanan itu, karena selama masa pandemi ini kami tidak menerima kunjungan. Kami merasa selama menjadi dia tamping itu kami cukup ketat dan selalu melakukan sterilisasi barang kiriman," ujarnya.
Pascatemuan kasus Corona itu, Rutan Trenggalek lebih intensif dalam melakukan sterilisasi seluruh ruangan warga binaan maupun kawasan kantor. Pihaknya rutin menyemprotkan disinfektan ke seluruh ruangan yang ada di kawasan rutan.
"Rencananya besok Senin seluruh petugas rutan akan dilakukan pengambilan swab," imbuh Zainal.
Akibat adanya paparan virus Corona itu, kegiatan pembinaan rohani yang melibatkan orang dari luar rutan untuk sementara ditiadakan. "Kalau untuk senam tetap dilakukan, karena kita punya instruktur sendiri," jelasnya.
Sementara itu juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Trenggalek dr Murti Rukiyandari mengatakan pasien 74 itu tidak pernah memiliki riwayat perjalanan keluar rutan maupun wilayah. Pihaknya belum bisa memastikan asal penularan virus tersebut.

×
Berita Terbaru Update