Notification

×

Iklan

Top Ads

Iklan

Indeks Berita

Terbongkarnya Hp Ilegal Milik PS STORE, Inilah Fakta-faktanya

Rabu, 29 Juli 2020 | 10:19:00 AM WIB Last Updated 2020-07-29T02:19:28Z


Bos PS Store/ Foto : Instagram/putrasiregarr17

Koranelektronik.com, Jakarta - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan resmi menyita 190 unit handphone (HP) ilegal milik Putra Siregar pemilik PS Store. DJBC menetapkan owner PS Store sebagai tersangka lantaran terbukti tidak mampu menunjukan dokumen kepabeanan atas 190 HP.

Kasus HP ilegal ini ditangani langsung oleh Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Jakarta. Penyidikan kasus Putra Siregar ini sudah rampung dan pihak Bea Cukai melimpahkannya ke Kejaksaan Negeri Jakarta Timur.

Ada beberapa fakta yang membuat Putra Siregar harus berurusan dengan hukum di tanah air. berikut fakta-fakta Bos PS Store :

1. Tak Bisa Menunjukan Dokumen Kapabeanan
Kasi Bimbingan kepatuhan dan Kehumasan Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Jakarta, Ricky M Hanafie mengatakan Putra Siregar terbukti tidak bisa membuktikan dokumen kepabeanan terhadap 190 unit HP yang masuk Wilayah Indonesia.

"Jadi kan gini, kan ditetapkan sebagai ilegal karena dia tidak bisa membuktikan dokumen kepabeanannya. Jadi posisinya adalah barang itu tidak ada formalitas kepabeanannya," kata Ricky, Jakarta, Selasa (28/7/2020).

Dengan tidak adanya dokumen kepabeanan itu, Putra Siregar melanggar Pasal 103 huruf d Undang-undang nomor 17 tahun 2006 tentang kepabeanan.

2. Produk Refurbish 
Selain masalah dokumen kepabenan, produksi yang dijual PS Store diduga sebagai produk refurbish. alis barang bakas yang diperbahrui layaknya produk anyar.

"Sebagian sih kemungkinan bekas, refurbish. Jadi dikatakan bekas kelihatan baru, dikatakan baru mungkin bekas," kata Ricky

3. Rekening Hingga Rumah Disita

Kanwil Bea Cukai Jakarta juga menyerahkan harta kekayaan atau penghasilan Putra Siregar yang disita di tahap penyidikan, dan akan diperhitungkan sebagai jaminan pembayaran pidana denda dalam rangka pemulihan keuangan negara, yang terdiri dari uang tunai Rp. 500 juta, rumah senilai Rp 1,5 miliar, dan rekening bank senilai Rp 50 juta.
(MALA/KE)

×
Berita Terbaru Update