Notification

×

Iklan

Top Ads

Iklan

Indeks Berita

Tiga Hal Pemerintah Prioritaskan vaksin covid-19

Jumat, 24 Juli 2020 | 8:21:00 PM WIB Last Updated 2020-07-24T12:21:01Z


foto ilustrasi

KoranElektronik.com - Pemerintah Indonesia memprioritaskan tiga hal saat memilih vaksin covid-19, yang pertama Aman, yang kedua Tepat dan yang ketiga Cepat. 

"Dalam perkembangan vaksin, Pemerintah Indonesia memprioritaskan tiga hal, yakni Aman, Tepat dan Cepat," kata Wiku di kantor Presiden Jumat (24/7/2020).

Ia merinci ketiga maksud tersebut, pertama yang dimaksud aman adalah vaksin mampu memberikan perlindungan masyarakat dan tidak menimbulkan efek samping.

Kedua yang dimaksud tepat adalah vaksin tersebut bisa menimbulkan kekebalan khususnya untuk virus covid-19 di Indonesia.

"Tepat artinya betul-betul menimbulkan kekebalan spesifik virus covid-19 yang berkembang di Indonesia," katanya.

Kemudian yang ketiga, Pemerintah memprioritaskan kecepatan agar segera bisa melindungi rakyat Indonesia.

"Maka harus dilakukan seluruh ujinya termasuk uji klinis bisa terlaksana dengan cepat tapi juga benar," ucapnya.

"Terakhir dalam konteks cepat, vaksin juga harus diproduksi dengan baik dalam jumlah memadai untuk betul-betul cepat memberikan vaksin kepada seluruh rakyat Indonesia yang membutuhkan," jelasnya.

Dilansir dari CNN.com, Wiku mengungkapkan pemerintah telah membentuk tim pakar dan farmasi obat yang bertugas untuk memastikan kadidat vaksin covid-19 betul-betul sesuai dengan masyarakat indonesia.

PT Bio Farma (persero) akan melakukan uji klinis tahap ketiga pada vaksin virus corona yang dijadwalkan mulai Agustus 2020, selama enam bulan.

Jika sesuai target, uji klinis tahap ketiga akan selesai pada Januari 2021. Kemudian, Bio Farma akan memulai memproduksi vaksin tersebut pada kuartal I 2021.

Kementrian Kesehatan (Kemenkes) sendiri akan menyiapkan anggaran untuk personel untuk proses imunisasi vaksin virus corona. Hal ini akan dilakukan setelah vaksin produksi.

"Kementrian Kesehatan menyiapkan personel untuk melakukan imunisasinya dan juga menyiapkan anggarannya. Itu kami akan bahas bersama dengan Kementrian Keuangan," ujar Terawan dalam video conferece, dikutip Rabu (22/7/2020).[MA/KE].
×
Berita Terbaru Update