Notification

×

Iklan

Top Ads

Iklan

Indeks Berita

Titik Terang Pembunuh Pria Bertato 'Doa Ibu' Di Karo

Kamis, 23 Juli 2020 | 11:49:00 PM WIB Last Updated 2020-07-23T15:49:30Z


Foto: Ilustrasi penemuan mayat



KoranElektronik.Com, Karo –
Kasus penemuan mayat tanpa identitas dengan kondisi kaki terikat rantai di Karo, Sumatera Utara, menemui titik terang. Polisi mengungkapkan kalau pria bertato ‘Doa Ibu’ itu diduga menjadi korban pembunuh bayaran.

Mayat tersebut awalnya ditemukan warga di aliran Sungai Gerguh, Desa Singa, Senin (13/7). Saat diketemukan kaki mayat dalam kondisi terikat rantai dan digembok.

“Hasil pemeriksaan luar tubuh korban, didapatkan tanda-tanda lebam mayat dan kaku mayat. Didapatkan kedua kaki terikat dengan rantai besi yang tergembok. Pada leher didapat tali rapia yang terikat kuat, pada badan didapat kain sarung,” kata Kapolsek Tiga Panah, AKP Ramli Simanjorang, Rabu (15/7).

Ramli juga mengatakan pria tersebut diduga dibunuh sebelum mayatnya diketemukan di sungai. Polisi langsung melakukan penyelidikan.
10 hari kemudian, polisi menangkap dua orang diduga terlibat kasus dugaan pembunuhan. Dugaan pembunuhan diketahui bernama Rawat Sembiring Milala. Kedua pria yang ditangkap itu adalah hasil Sembiring dan Sempurna Ginting.

Ramli juga mengungkapkan bahwa Hasil Sembiring merupakan abang tiri korban. HS diduga menyuruh dan membayar Sempurna Ginting untuk menghabisi nyawa adik tirinya itu.

“Abang tiri korban bernama Hasil Sembiring mengakui bahwa dianya mendalagi dan menyuruh tersangka Sempurna Ginting dan lainnya untuk membunuh korban,” ujar Ramli, Kamis (23/7/2020).

HS diduga memberi SG uang Rp. 6,5 Juta untuk membunuh adiknya. Menurut Ramli SG melakukan pembunuhan bersama tiga orang lainnya.

“Sempurna Ginting melakukan pembunuhan terhadap korban bersama Andi Ginting (Anaknya), Pijer Sembiring dan satu pria lainnya,” ucap Ramli.

Hasil Autopsi menunjukan Rawat Sembiring tewas karena dijerat pada leher dan dipukul benda tumpul di kepala. Kata Ramli, korban saat itu masih setengah sadar saat dimasukan kedalam air karena tidak ada pasir pada tenggorokan. Polisi kini masih memburu para terduga pelaku pembunuhan lainnya yang belum tertangkap.

“Motif tersangka Hasil Sembiring membunuh korban dikarenakan tersangka sudah sangat resah dan terancam atas perbuatan korban, yang ada mengalami gangguan jiwa. Pihak keluarga dan masyarakat juga sudah sangat resah dengan perbuatan pelaku yang terkadang mau kumat dan membuat keonaran di desanya," ujar Ramli.
(MALA/KE)

×
Berita Terbaru Update