LATEST IN TECH

Technology/feat-big

Iklan

Iklan

Ulasan Belanja Militer Prabowo yang Disinggung Jokowi

Senin, 13 Juli 2020 | 11:53:00 AM WIB Last Updated 2020-07-13T03:53:30Z
Foto: Andhika Prasetia/detikcom

Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) pagi ini berada di level Rp 14.360. Mata uang Paman Sam cenderung melemah dibandingkan Jumat kemarin yang sempat mendekati level Rp 14.500.
Demikian dikutip dari data perdagangan Reuters, Senin (13/7/2020).
Mengutip RTI, dolar AS berada di level Rp 14.365. Mata uang Paman Sam melemeh 164 poin (1,13%) pagi ini.
impor senjata dan amunisi periode Januari-Mei 2019 sebesar US$ 41,7 juta. Kemudian, pada Januari-Mei 2020 sebesar US$ 215,2 juta. Impor Januari-Mei 2020 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya mengalami kenaikan sebanyak 416,07%.
Nilai impor senjata Januari-Mei 2020 berperan sebesar 0,41% dari total impor non migas. Jokowi sendiri meminta agar Prabowo membeli produk-produk buatan dalam negeri.
"Misalnya di Kemenhan, bisa saja di DI (Dirgantara Indonesia), beli di Pindad, beli di PAL. Yang bayar di sini ya yang, cash, cash, cash. APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara), beli produk dalam negeri. Saya kira Pak Menhan juga lebih tahu mengenai ini," tutur Jokowi dilansir dari laman Presiden RI, Rabu (8/7/2020).
Nilai impor senjata Januari-Mei 2020 berperan sebesar 0,41% dari total impor non migas. Jokowi sendiri meminta agar Prabowo membeli produk-produk buatan dalam negeri.
"Misalnya di Kemenhan, bisa saja di DI (Dirgantara Indonesia), beli di Pindad, beli di PAL. Yang bayar di sini ya yang, cash, cash, cash. APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara), beli produk dalam negeri. Saya kira Pak Menhan juga lebih tahu mengenai ini," tutur Jokowi dilansir dari laman Presiden RI, Rabu (8/7/2020).
Stockholm International Peace Researce Institute (Sipri) yakni lembaga independen yang fokus pada masalah konflik hingga persenjataan mengumpulkan data belanja militer dari sejumlah negara, termasuk Indonesia. Sipri mengelola data berdasarkan sumber terbuka.
Dikutip detikcom, Minggu (12/7/2020), Sipri mencatat data belanja militer dari tahun 1988 hingga 2019. Dari data tersebut dijelaskan, belanja militer Indonesia dibanding produk domestik bruto (PDB/GDP) terus mengalami penurunan
Tahun 1988, belanja militer RI tercatat 1,5% dibanding PDB. Kemudian, mengalami penurunan hingga tahun 1996 yang tercatat 1,3%. Sempat naik lagi di tahun 1997 di posisi 1,5%, belanja militer turun lagi sampai di 2003 menjadi 0,9% dibanding PDB.
Pada tahun 2004 hingga 2019, porsi belanja militer cenderung turun. Di tahun 2019, porsi belanja militer yakni 0,7%.
Bandingkan negara tetangga, belanja militer Brunei Darussalam berdasarkan data tersebut yakni 3,3% dari PDB di tahun 2019, Kamboja 2,3%, Malaysia 1%, Filipina 1%, Singapura 3,2%, dan Thailand 1,3%.
Sementara, negara yang lebih maju seperti Amerika Serikat (AS) porsi belanja milternya sebesar 3,4% di tahun 2019, China 1,9%, Rusia 3,9%, Korea Selatan 2,7%, Jepang 0,9%, Inggris 1,7%.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Ulasan Belanja Militer Prabowo yang Disinggung Jokowi

Trending Now

Iklan