Notification

×

Iklan

Top Ads

Iklan

Indeks Berita

Vaksin COVID-19 di Prediksi diedarkan Tahun 2021

Selasa, 21 Juli 2020 | 9:01:00 AM WIB Last Updated 2020-07-21T01:01:21Z


vaksin COVID-19




KoranElektronik.com – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memprediksi paling cepat vaksin dapat digunakan pada tahun 2021. Karena Vaksin tersebut masih dalam tahap uji klinis di Indonesia
"Hampir semua ahli, (prediksi) pada tahun depan. Optimis, belum tentu benar, paling cepat dua bulan lagi, tapi terlalu optimistik, kemungkinan tercepat, cepat 2021," kata Ketua Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban, saat dihubungi, Senin (20/7/2020).
"Preklinik itu belum uji klinik manusia, itu berarti di laboratorium dan hewan uji coba, ada 135 calon vaksin kelompok ini. Tahap dua, tahap dua itu lebih lanjut dari uji keamanan, ada 11 vaksin," tuturnya.
Setelah itu, Zubairi menerangkan fase ketiga ada empat vaksin. Setelahnya, baru diuji klinik.
Zubairi mengatakan, kalau dari 3 tahapan itu tidak berhasil di salah satu fase, maka tidak bisa berlanjut ke tahap berikutnya. Sehingga, dalam pengujian vaksin ini dimungkinkan masih membutuhkan waktu yang tidak sebentar.
"Dari tahap 1, 2, 3 itu ada sesuatu gagal, ya sudah berhenti tak bisa tahap berikutnya. Uji fase 2 diuji ke ratusan orang. Bisa tidak lindungi minimal 50 persen, baru naik ke tahap tiga. Tahap tiga ini, harus diuji ke beberapa ribu orang, dikerjakan di dinas. Tapi belum diketahui apakah berhasil di negara lain," terangnya.
Diketahui, vaksin Corona buatan China resmi masuk ke Indonesia per Minggu (19/7) kemarin. Setibanya di Indonesia, vaksin ini langsung dibawa ke PT Bio Farma (Persero) ke Bandung untuk diuji coba klinis.
Vaksin ini merupakan buatan Sinovac Biotech Co., perusahaan biofarmasi yang fokus pada penelitian, pengembangan, pembuatan, dan komersialisasi vaksin. Perusahaan tersebut berbasis di Beijing, China.
Vaksin Sinovac melalui proses yang amat panjang sejak pandemi Corona bergulir. Sinovac sudah memulai risetnya sejak awal 2020.

×
Berita Terbaru Update