Notification

×

Iklan

Top Ads

Iklan

Indeks Berita

Viral Kue Klepon Disebut Jajanan Tak Islami

Selasa, 21 Juli 2020 | 6:04:00 PM WIB Last Updated 2020-07-21T10:04:50Z




Jajanan Klepon
Koranelektronik.com - Beredar di media sosial bahwa kue Klepon disebut sebagai jajanan tidak Islami. Lini masa pun heboh, namun Anda jangan lantas mudah termakan isu ini.
 
Kue klepon sendiri adalah jajanan tradisional khas Indonesia yang terbuat dari tepung ketan. Tampilannya mirip seperti onde-onde, bulat berukuran mini dengan warna hijau muda. Kue klepon diisi dengan irisan gula merah, sementara bagian luarnya ditaburi kelapa parut

Ternyata kue klepon sudah ada sejak tahun 1950-an. Konon kue ini diperkenalkan pertama kali oleh seseorang yang berasal dari Pasuruan, Jawa Timur. Saat itu, kue klepon jadi menu yang ditawarkan di restoran Indonesia-Belanda dan etnis Tionghoa.

Meski hanya jajanan tradisional, tetapi kue klepon banyak ditemui di berbagai tempat. Biasanya kue klepon banyak dijajakan di pasar-pasar tradisional, maka tak heran kue ini sering disebut sebagai jajanan pasar.

Klepon

Informasi mengenai klepon sebagai jajaan tidak islami adalah tidak  tepat dan rumor belaka. Dalam islam menurut Ustaz Wahyul Afif Al-Ghafiqi, kue klepon tetap boleh dan halal dikonsumsi.

Ustaz Wahyul menjelaskan kabar klepon sebagai jajanan tidak Islami itu berasal dari orang-orang yang minim ilmu agama dan kerap salah pengertian. Dalam Islam, tidak ada pengelompokan makanan Islami atau tidak, yang ada adalah makanan yang halal dan haram.

"Menganggap semua dari Timur Tengah itu syar'i dan menganggap yang dari Indonesia enggak Syar'i, padahal dia lahir besar dan makan makanan Indonesia semacam klepon, gethuk, tempe, awug dan lain-lain yang enggak ada di Arab," ungkap Wahyul yang merupakan Pengasuh Taman Belajar Al-Afifiyah ini.

Wahyul menyarankan agar setiap Muslim dapat memilah informasi yang benar dari orang-orang yang tepat dan sungguh-sungguh memahami agama.

"Kalau tidak paham tentang ilmu agama ya jangan berfatwa atau bicara seakan-akan dirinya ahli dalam agama, nanti bisa ngawur dan  ricuh umat ini," ucap Wahyul.

Wahyul menjelaskan setiap makanan halal yang  baik untuk dikonsumsi asalkanterbuat dari bahan halal. Kriteria halal mencakup tidak tercampur najis, dan diperoleh dengan cara yang baik serta  halal, seperti bukan dari hasil mencuri, lalu dibeli dengan uang yang juga diperoleh dengan cara yang halal dan baik misalnya bukan dari hasil menipu atau korupsi.

Pada daging, ketentuan halal meliputi hewan yang halal atau bukan yang diharamkan, dan diperoleh dengan jalan yang halal, disembelih dengan menyebut nama Allah.

Jika klepon dibuat dengan cara yang halal dan tidak mengandung hal-hal yang diharamkan, maka boleh dikonsumsi.

Wahyul menjelaskan Islam mengatur ketentuan makanan bagi umatnya demi keberkahan dan kemaslahatan. Bagi orang yang ragu-ragu, sebaiknya makanan tersebut ditinggalkan.

"Anjuran ketika bingung dalam menyikapi halal atau haram atau ragu-ragu (subhat), maka demi keselamatan dan kebaikan sebaiknya tinggalkanlah hal yang meragukan itu. Misalnya makanan ini masuk kategori halal atau haram, Anda bingung maka sebaiknya ya jangan dimakan, Insyaallah pasti selamat," Jelas Wahyul.

(Dyn/ke)
×
Berita Terbaru Update