Notification

×

Iklan

Top Ads

Iklan

Indeks Berita

Wabah Bubonic di Mongolia, Remaja 15 Tahun Meninggal

Rabu, 15 Juli 2020 | 1:50:00 PM WIB Last Updated 2020-07-15T05:50:13Z


Ilustrasi tikus yang menularkan wabah bubonic. (Dok. CNNindonesia.com)
Koranelektronik.com -  Remaja berusia 15 tahun di Mongolia dilaporkan meninggal karena wabah bubonic atau pes. Kementerian Kesehatan pada Selasa (14/7), mengatakan korban merupakan salah satu dari segelintir kasus yang baru-baru ini muncul di negara itu dan juga di China.
Remaja laki-laki tersebut tinggal di provinsi terpencil Gobi-Altai. Dia diduga terserang bubonic setelah berburu dan memakan marmut.
"Kami mengkarantina 15 orang pertama yang melakukan kontak dengan korban dan 15 orang itu mendapatkan perawatan antibiotik," kata Kepala Hubungan Masyarakat Kementerian Kesehatan Narangerel Dorj seperti dikutip dari AFP.

Menyusul kematian itu, lima kabupaten di provinsi ini juga dikarantina selama enam hari.
Dua pasien wabah bubonic lainnya terdapat di provinsi Khovd. Kedua pasien itu disebut bersaudara dan mengidap wabah bubonic setelah memakan daging marmut.
Sebanyak 146 orang yang melakukan kontak dengan kedua saudara itu telah dikarantina sementara waktu untuk mencegah penularan. Mereka juga diuji, tetapi tidak ada kasus lain ditemukan.
Seorang gembala di wilayah utara Mongolia Dalam juga terjangkit wabah. Hal tersebut mendorong pemerintah setempat melarang perburuan dan makan hewan yang bisa membawa wabah hingga akhir tahun.
Setidaknya satu orang meninggal akibat wabah setiap tahun di Mongolia meski pemerintah terus melakukan kampanye melarang makan marmut atau mendekati hewan itu.

Tetapi sebagian besar warga di pedesaan tumbuh dengan belajar berburu dan memakan marmut tanah yang besar. Mereka percaya bahwa memakan jeroan binatang baik untuk kesehatan.
Pasangan etnis Kazakh meninggal akibat wabah tahun lalu setelah makan ginjal marmut mentah.
Pihak berwenang China telah menutup sejumlah tempat wisata di bagian utara negara dekat perbatasan Mongolia setelah menemukan sejumlah kasus bubonic atau pes di daerah tersebut dalam beberapa hari terakhir.
Kemunculan wabah bubonic ini turut memicu negara tetangga China seperti Rusia ikut waspada dan mengimbau warganya yang tinggal di dekat perbatasan Negeri Tirai Bambu dan Mongolia untuk tidak berburu atau memakan daging marmut dan tikus.

Dikutip CNN, wabah bubonic disebabkan oleh bakteri dan ditularkan melalui gigitan kutu dan hewan yang terinfeksi. 
Wabah ini diketahui pernah menyebabkan pandemi paling mematikan dalam sejarah manusia yakni fenomena Black Death, di mana 50 juta orang di Eropa meninggal karena terjangkit bubonic sekitar abad pertengahan.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan saat ini masih terus memantau perkembangan kemunculan wabah bubonic ini di China dan Mongolia.


Sumber :  https://www.cnnindonesia.com/internasional/20200715091652-134-524813/wabah-bubonic-di-mongolia-remaja-15-tahun-meninggal
×
Berita Terbaru Update