Notification

×

Iklan

Top Ads

Iklan

Indeks Berita

Yogya Perpanjang Masa Tanggap Darurat Covid-19

Kamis, 30 Juli 2020 | 6:03:00 PM WIB Last Updated 2020-07-30T10:17:24Z


Pemprov Yogyakarta memperpanjang masa tanggap darurat pandemi virus corona sampai satu bulan ke depan. Ilustrasi (ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah)

Koranelektronik.com - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta kembali memperpanjang masa tanggap darurat Covid-19 selama satu bulan. Masa tanggap darurat Covid-19 di Yogya berakhir besok, Jumat (31/7).

"Untuk tanggap Darurat, Gubernur sudah menetapkan akan diperpanjang satu bulan lagi," kata Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji, Kamis (30/7).

Ia mengatakan perpanjang masa darurat akan kembali berlakukan sebab pemerintah pusat belum mencabut status bencana nasional. Sementara itu, perkembangan kasus konfirmasi positif di Yogya masih fluktuatif.

"Beberapa penanganan lain juga masih diperlukan pada kondisi tanggap darurat, seperti persiapan pemulihan ekonomi, bantuan sosial, dan lain-lain," jelasnya.

Aji menjelaskan pihaknya belum menambah jumlah penerima bantuan sosial selama masa tanggap darurat Covid-19 ini. Dana Belanja Tak Terduga (BTT) akan difokuskan untuk sektor kesehatan, pemulihan ekonomi dengan berbagai skema, termasuk insentif untuk para pelaku UMKM.

Walaupun masa tanggap darurat diperpanjang, ujar Aji, pihaknya akan tetap membuka beberapa objek wisata secara terbatas. Para petugas pengelola objek wisata dan pengunjung tetap mengikuti protokol kesehatan Covid-19.

Menurutnya, objek wisata akan ditutup sementara jika para pengunjung melanggar protokol kesehatan.

Sementara itu, Kepala Lembaga Pelayanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V, Didi Achjarie menjelaskan kebijakan perkuliahan dikampus tetap menerapkan belajar daring.

Tetapi, para mahasiswa yang harus melakukan praktikum atau menyelesaikan tesis masih secara offline, memungkinkan melakukan pembelajaran secara luring ataupu tatap muka selama pihakn kampus memberi fasilitas sarana dan prasarana menerapkan protokol kesehatan.

Dan untuk kedatangan calon mahasiswa baru dan mahasiswa lama, ia mengaku masih melihat situasi sampai akhir semester ini.

Ia menegaskan total kampus swasta di Dikti Wilayah V sebanyak 102, ditambah tiga PTN, yaitu UPN, ISI, dan UNY.

Sementara jumlah siswa mencapai 300 ribu orang. Angka itu belum termasuk jumlah calon mahasiswa baru yang akan masuk ke Yogya.

Hingga kemarin, Rabun (29/7), jumlah kumulatif kasus positif Covid-19 di Yogya menembus 587 kasus. Dari Jumlah tersebut, ada 368 pasien yang dinyatakan sembuh, 200 orang dirawat, dan 19 orang yang meninggal dunia.

(Vvy/Fvy)
×
Berita Terbaru Update