Notification

×

Iklan

Top Ads

Iklan

Indeks Berita

Australia Hendak Paksa Facebook dan Google Bayar Konten Berita

Senin, 03 Agustus 2020 | 3:57:00 PM WIB Last Updated 2020-08-03T07:57:21Z



Koranelektronik.com -Australia mengeluarkan aturan baru yang akan mendorong Facebook dan Google untuk membayar perusahaan media atas penggunaan konten berita. Aturan ini di atur dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) yang dirilis pada Jumat pekan lalu.

Menurut berbagai media di Australia, platform Google dan Facebook selama bertahun-tahun dianggap tidak adil terhadap keuntungan yang dihasilkan dari banyaknya berita yang masuk disana.

Meskipun keduanya sebenarnya saling ketergantungan. Platform Facebook dan Google membantu media meningkatkan pembaca atau viewers ke situs mereka. tidak hanya itu Google dan Facebook pun di untungkan juga. Kedua platform itu membutuhkan media untuk mengisi hasil pencarian, menyediakan berita bermanfaat dan terkini.

Sebuah perusahan media besar di Australia Nine memiliki The Sydney Morning Herald dan Businnes Insider edisi lokal, mengatakan mereka menyambut keputusan pemerintah untuk mengakui pentingnya ketimpangan regulasi dan perundingan yang ada platform yang dominan.

Google pun mengecam bahwa tindakan pemerintah Australia akan menghambat invovasi di sektor media. Direktur Pelaksana Google di Australia dan Selandia Baru Mel Silva menambahkan tindakan Australia akan mengancam ekonomi digital Australia yang berdampak pada layanan Google di negara itu.

Sedangkan dari pihak Facebook, Direktur Pelaksana Facebook di Australia dan Selandia Baru Will Easton mengatakan sedang meninjau proposal pemerintah Australia. Pihaknya tengah memahami apakah aturan itu akan berdampak pada industri, layanan Facebook, dan investasi Facebook ke Australia.

Facebook menambahkan, perusahaan-perusahaan teknologi memiliki cara lain dalam mendukung media dan wartawannya.  Seperti yang baru-baru ini dilakukan Facebook. Pihaknya telah menginvestasikan jutaan dolar secara lokal untuk mendukung media Australia melalui dana bantuan Covid-19. Dana itu membayar penerbit untuk konten, program pelatihan, hibah, dan sponsor industri.
×
Berita Terbaru Update