Notification

×

Iklan

Top Ads

Iklan

Indeks Berita

Beberapa Syarat Sekolah Tatap Muka Di Zona Kuning-Hijau Covid-19

Senin, 10 Agustus 2020 | 11:30:00 AM WIB Last Updated 2020-08-10T03:30:48Z


Ilustrasi belajar mengajar tatap muka

KoranElektronik.com - Sekolah yang berada di zona kuning-hijau di perbolehkan untuk belajar mengajar tatap muka, dengan diperbolehnya bertatap muka Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan beberapa syarat yang wajib dipenuhi sekolah yang berniat menggelar kegiatan belajar mengajar tatap muka di tengah pandemi virus corona di zona kuning maupun hijau.

Nadiem mengatakan, sekolah tidak dapat melaksanakan belajar tatap muka tanpa persetujuan pemerintah daerah atau Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, kepala sekolah, serta orang tua/wali siswa yang bergabung dalam komite sekolah.

"Jika orang tua atau wali siswa tidak setuju maka peserta didik tetap belajar dari rumah dan tidak dapat dipaksa," kata Nadiem dikutip dari laman Sekretariat Kabinet, Minggu (9/8/2020).

Nadiem menyatakan pembelajaran tatap muka dilakukan bertahap dengan syarat 30-50 persen dari standar jumlah peserta didik per kelas. Selain itu, meja para siswa juga harus berjarak sekitar 1,5 meter.

Untuk SD, SMP, SMA dan SMK hanya ada sekitar 18 siswa per kelas dari awalnya saat kondisi normal bisa sekitar 28 sampai 36 peserta didik per kelas.

Sedangkan untuk sekolah luar biasa akan dibuka hanya untuk 5 peserta didik dari yang awalny 5-8 peserta didik per kelas. Untuk PAUD dari standar awal 15 peserta didik per kelas menjadi 5 peserta didik per kelas.

Begitu pula jumlah hari dan jam belajar akan dikurangi dengan sistem pergiliran rombongan belajar (shift) yang ditentukan oleh masing-masing satuan pendidikan sesuai dengan situasi dan kebutuhan. Selain itu, kantin dan kegiatan olahraga ekstrakurikuler tak diperbolehkan.

Nadiem melanjutkan para siswa dan guru juga harus dipastikan dalm keadaan sehat, dan juga diwajibkan mematuhi protokol kesehatan seperti wajib menggunkan masker dan mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer.

Namun, pendiri Go-Jek itu menegaskan pemerintah daerah wajib menutup kembali sekolah di zona hijau atau kuning covid-19 jika satuan pendidikan terindikasi dalam kondisi tidak aman atau tingkat resiko daerah penularan virus corona berubah.

"Dinas pendidikan, dinas kesehatan provinsi atau kabupaten/kota, bersama dengan kepala satuan pendidikan akan terus berkoordinasi dengan satuan tugas percepatan penanganan covid-19 untuk memantau tingkat resiko covid-19 di daerah," ujarnya.

Sebelumnya, Nadiem telah mengizinkan sekolah kembali menggelar kegiatan belajar mengajar tatap muka di daerah zona kuning covid-19, pada Jumat (7/8/2020) lalu.

Setidaknya terdapat 276 Kabupaten/kota yang berada di zona kuning dan hijau yang diizinkan kembali membuka sekolah. Sementara 238 Kabupaten/kota lainnya yang berada di zona oranye dan merah masih dilarang karena beresiko tinggi terkait penularan virus corona.

Meskipun demikian, Nadiem menjelaskan bahwa kebijakan ini bukan bersifat mutlak. Artinya, ketika pemerintah daerah dan dinas pendidikan setempat belum siap maka pembukaan sekolah di zona kuning tak harus dilakukan.

Selain itu, pihak sekolah harus memaklumi keputusan orang tua yang tidak mengizinkan anaknya kembli sekolah tatap muka karena masih khawatir terhadap penularan covid-19 di sekolah.

Hingga kemarin, Minggu (9/8/2020), jumlah kumulatif kasus positif virus corona di Indonesia telah mencapai 125.396 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 80.952 orang di antaranya telah sembuh dan 5.732 orang meninggal dunia.
×
Berita Terbaru Update