Notification

×

Iklan

Top Ads

Iklan

Indeks Berita

Citarum Tercemar Menyebabkan Berbagai Ikan Mati di Karawang

Senin, 03 Agustus 2020 | 3:59:00 PM WIB Last Updated 2020-08-03T07:59:05Z


Ikan tawes hingga sapu-sapu mati karena sungai Citarum tercemar limbah (Foto: Luthfiana Awaluddin)

Koranelektronik.com - Warga Karawang di bantaran Citarum sudah tiga hari terakhir banyak menemukan ikan mati di sepanjang aliran sungai. Bukan hanya itu, warga juga mencium bau limbah menyengat dan melihat aliran sungai berwarna hitam pekat.

Kematian ikan-ikan, perubahan warna dan bau menyengat air sungai akibat limbah industri. "Ini bau kimia," ujar Santa (58) tukang perahu eretan di wilayah Purwadana, Gempol, Senin (3/8/2020).

Ia bercerita perubahan bau dan warna sungai terjadi sejak Jumat sore (31/7). Menjelang magrib, Santa mengaku melihat aliran sungai tiba-tiba menghitam. Seketika, lanjut dia tercium bau menyengat. "Saya sampai mual-mual," kata Santa yang tiap hari membantu warga menyeberang sungai ke Kampung Sumedangan.

Ketika pagi hari, Santa dikagetkan dengan bangkai ikan yang berceceran di pinggir sungai. Ada beberapa ikan yakni ikan tawes, mujair, lundu dan berbagai ikan lainnya. Saat detikcom, menyusuri Citarum Senin pagi, ditemukan banyak ikan sapu-sapu yang mati. Bau menyengat tercium menusuk hidung.

"Setiap hari ikan mati mengambang, pemancing juga tak ada lagi yang ke sini," ungkap Santa.

Dugaan pencemaran limbah pabrik tersebut diperkuat oleh reaksi gatal-gatal yang dialami beberapa warga setelah menyentuh air Citarum. Riswan (32) misalnya mengalami gatal-gatal usai menyentuh air tercemar di Citarum.

"Kaki dan tangan saya gatal-gatal setelah mengambil jebakan ikan. Percuma mengambil ikan saat kondisi sungai begini," jelas Riswan.
×
Berita Terbaru Update