LATEST IN TECH

Technology/feat-big

Iklan

Iklan

Geger, Kemarahan Warga Brasil Saat Tahu Informasi Personal Korban Pemerkosaan Bocah 10 Tahun

Rabu, 19 Agustus 2020 | 7:35:00 PM WIB Last Updated 2020-08-19T11:37:58Z
Ilustrasi Pemerkosaan [foto;ist]

KoranElektronik.com - Kasus pemerkosaan bocah 10 tahun di Brasil membuat geger lantaran warga Brasil mengutarkan kemarahannya saat tahu informasi personal korban pemerkosaan dipublikasikan secara online.

Nama bocah 10 tahun itu diunggah aktivis anti aborsi bertujuan untuk menghentikan anak tersebut melakukan aborsi. Namun hal tersebut justru memicu kemarahan yang meluas di Brasil dan seorang hakim telah memerintahkan Google, Facebook, dan Twitter menghapus informasi personal anak tersebut dari situs mereka.

Perusahaan tersebut memiliki waktu 24 jam untuk menghapus informasi tentang anak tersebut atau terancam denda senilai USD 9.000 atau sekitar Rp132 juta per hari.

Anak tersebut hamil setelah diperkosa. Polisi telah menangkap seorang pria tersangka pelaku pemerkosaan anak tersebut pada Rabu.

Brasil memiliki hukum ketat terkait aborsi, tapi pengguguran kandungan diizinkan dalam kasus pemerkosaan, saat nyawa ibu yang mengandung tersebut beresiko, atau ketika janin dapat mengalami cacat lahir anensefali-kondisi langka yang mencegah bagian otak dan tengkorak berkembang.

Kendati anak tersebut telah mendapat izin legal untuk aborsi, aktivis anti aborsi berupaya menghentikan usaha tersebut dengan menggelar unjuk rasa di luar rumah sakit.

Mereka meneriaki pegawai rumah sakit, menyebut mereka 'Pembunuh', dan mencoba menerobos ke dalam rumah sakit, tapi dihalangi polisi militer.

Koresponden BBC Amerika Selatan, Katy Watson mengatakan, informasi personal anak tersebut awalnya dirilis aktivis sayap kanan Sara Giromini, lebih dikenal Sara Winter.

Belum jelas apakah Sara Giromini akan menghadapi dakwaan karena mempublikasikan nama anak tersebut, tapi pakar hukum mengatakan kepada BBC Brasil, dia bisa didakwa dengan hasutan untuk melakukan kekerasan.

Giromini adalah salah satu pemimpin gerakan "Os 300 do Brasil", kelompok sayap kanan ekstrem pendukung Presiden Jair Bolsonaro.

Dia pernah ditangkap sebentar pada Juni karena melakukan aksi anti demokrasi di Brasilia, di mana dia memimpin pawai obor menuju Mahkamah Agung.

[MA/KE]
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Geger, Kemarahan Warga Brasil Saat Tahu Informasi Personal Korban Pemerkosaan Bocah 10 Tahun

Trending Now

Iklan