Notification

×

Iklan

Top Ads

Iklan

Indeks Berita

Makna Baju Adat Timor Tengah Selatan yang Digunakan Jokowi di Upacara HUT RI

Senin, 17 Agustus 2020 | 11:44:00 AM WIB Last Updated 2020-08-17T03:44:31Z


Presiden Jokowi mengenakan busana adat dari Timor Tengah Selatan. (Tangkapan Layar Youtube Setpres)

Koranelektronik.com - Presiden Joko Widodo mengenakan busana adat dari Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Barat (NTT). Pakaian tradisional ini sarat makna.

Jokowi mengenakan busana adat Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Barat di Upacara Peringatan Kemerdekaan ke-75 RI, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2020) pagi. Pakaian adat tersebut terdiri dari kain tenun aneka warna.

Dari keterangan Biro Pers Sekretariat Presiden, kain yang digunakan Jokowi merupakan kain motif kaif berantai Nunkolo. Motif dimodifikasi dari bentuk belah ketupat (motif geometris) dengan batang tengah yang berarti sumber air.

Pada bagian pinggir kain yang dikenakan Jokowi, ada motif bergerigi yang melambangkan wilayah Timor Tengah Selatan yang berbukit-bukit dan berkelok-kelok.

"Warna merah melambangkan keberanian laki-laki Nunkolo," tulis Biro Pers Sekretariat Presiden. Nunkolo merupakan salah satu daerah di Timor Tengah Selatan.

Jokowi juga mengunakan aksesoris lainnya, termasuk ikan kepala (dester) yang disebut Pilu. Ikat Kepala yang dikenakan berjenis Yi U Raja, bentuk yang menyerupai dua tanduk kecil.

"Ikat di kepala sebagai penutup kepala sebagi pelindung yang menjadi tanda kebesaran Raja sebagai Mahkota," kata Biro Pers Sekretariat Presiden.

Tas sirih pinang dan kapur melambangkan budaya menyirih dari masyarakat Nunkolo, Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Barat. Tas sirih pinang dan kapur juga melambangkan budaya pemersatu, kasih, dan hormat.
×
Berita Terbaru Update