Notification

×

Iklan

Top Ads

Iklan

Indeks Berita

Mengenal Sosok Jaksa Piangki Yang Berharta Rp 6,8 Miliar di Pusaran Kasus Djoko Tjandra

Sabtu, 01 Agustus 2020 | 10:47:00 AM WIB Last Updated 2020-08-01T02:47:06Z



Ilustrasi
Ilustasi

KoranElektronik.Com, Jakarta - Nama Pinangki Sirna Malasari mencuat setelah foto dirinya viral dan beredar di sosial bersama Djoko Tjandra dan Anita Kolopaking, yang merupakan pengacara Djoko Tjandra.

Pinangki merupakan seorang jaksa yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Sub Bagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan di Kejaksaan Agung (Kejagung).

Kejagung akhirnya memutuskan mencopot jabatan Pinangki karena foto itu diduga diambil pada tahun 2019. Sementara, Djoko Tjandra sudah buronan Kejaksaan Agung dari tahun 2009.

Berikut merupakan fakta mengenai sosok Jaksa Pinangki yang terseret karena Djoko Tjandra :

1. Berharta Rp 6,8 Miliar
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dikutip Koranelektronik.com dari situs KPK, Jumat (31/7/2020), Pinangki memiliki kekayaan sebesar Rp 6,8 Miliar atau tepatnya Rp 6.838.500.000. Laporan iu disampaikan kepada KPK pada 31 Agustus 2019 untuk periode 2018.

Dari pusat data di situs KPK itulah, Pinangki tercatat menyampaikan LHKPN sebanyak dua kali, yakni pada 10 April 2008 dan 31 Agustus 2019.

Pada LHKPN tahun 2008 itu, Pinangki tercatat memiliki harta kekayaan sebanyak 2 Miliar atau tepatnya Rp2.090.624.000. Dalam kurun waktu 11 tahun harta kekayaannya bertambah sebanyak Rp 4,7 Miliar atau tepatnya  Rp 4.747.876, yakni naik 227%.

2. Pernah Ke Luar Negeri Untuk Bertemu Djoko Tjandra
Kejagung juga membuktikan Pinangki telah melanggar disiplin. Pasalnya, Pinangki pergi keluar negeri sebanyak 9 kali selama 2019 tanpa surat izin tertulis pimpinan, dan salah satunya dia pergi menemui Djoko Tjandra.

3. Meraih Gelar Doktor Hukum Di Unpad
Pinangki juga tercatat menempuh pendidikan S-1 hukum di Universitas Ibnu Khaldun Bogor pada 2000-2004. kemudian Pinangki melanjutkan pendidikan S-2 Jurusan hukum bisnis di Universitas Indonesia tahun 2004 -2006. Selanjutnya Pinangki juga melanjutkan S-3 Hukum nya di Universitas Padjadjaran pada 2008-2011. Ia meraih gelar Doktor dengan disertasi yang berjudul 'KPK sebagai Lembaga Negara Bantu dalam Sistem Ketatanegaraan RI dan Implikasinnya terhadap Pemberantasan Korupsi'.

(MALA/KE)


×
Berita Terbaru Update