Notification

×

Iklan

Top Ads

Iklan

Indeks Berita

MIA KHALIFA Berduka Ledakan Libanon dan Serukan Revolusi

Kamis, 06 Agustus 2020 | 12:14:00 AM WIB Last Updated 2020-08-05T16:14:14Z





Koranelektronik.com – Mantan bintang porno, Mia Khalifa turut buka suara terkait ledakan di Beirut, Libanon. Dalam sejumlah unggahan di media sosial, ia mengungkapkan kesedihan serta kehancuran hatinya melihat kampung halamannya porak poranda akibat ledakan.

Salah satunya adalah ketika ia mengunggah kondisi Beirut saat ini dan menyatakan itu tak seperti yang dikenal dulu.

“Ini bukan Beirut yang saya kenal. Masa kecil saya tak pernah terasa begitu beharga seperti saat ini. Libanon tidak akan terasa sama lagi,” tulis Mia Khalifa dalam Instagram Storiesnya.


Ia juga sempat mengunggah kondisi gereja tempatnya di baptis ketika ledakan terjadi.

“Hati saya hancur. Saya tidak tahu ini benar-benar menghancurkan perasaan,” tuturnya.

Baik di Twitter, Instagram hingga TikTok, Mia Khalifa juga gencar mengajak orang untuk berdonasi membantu para korban bencana ledakan. Ia turut menyoroti akses medis yang suit dijangkau para terdampak ledakan.

Di sisi lain, Mia Khalifa menuding Hizbullah dalang ledakan yang menelan lebih dari 100 korban jiwa tersebut. Hizbullah merupakan kelompok militan, partai politik sekaligus para militer dari kelompok Syiah yang berbasis di Libanon.


Ia menduga ledakan tersebut terjadi di gudang amunisi milik Hizbullah. Ia juga menyoroti pemberitaan yang menyatakan ledakan tersebut disebabkan ledakan kembang api karena warna-warni yang sempat terlihat sebelum ledakan besar terjadi.

“Hizbullah berbohong kepada orang-orag Libanon menyembunyikan bahan peledak di tanah kami, dengan mengatakan ledakan disebabkan oleh  FIREWORKS. Kembang api’?!” tulis Mia Khalifa di Instagram serta Twitternya.

Sementara itu, kepala keamanan umu Libanon Abbas Ibrahim sebelumnya mengungkapkan 2.700 ton amonium menjadi pemicu ledkan dahsyat tersebut. Bahan kimia tersebut disimpan di pelabuhan Beirut sebelum dikirim ke Afrika.

Dalam Instagram Stories, Mia Khalifa juga mengungkapkan kepada pemerintah Libanon seperti mengenai akses listrik yang sulit sebelum ledakan serta krisis ekonomi yang parah.

“Minggu lalu total listrik yang didapat Beirut selama 20 jam. Rumah Sakit yang tersisa beroperasi dalam kegelapan. Setiap pemimpin politik harus mundur, atau harus dimakzulkan, cara yang mana pun. Tak mungkin orang bisa hidup seperti ini,” tuturnya.



Oleh sebabitu, ia menyerukan revolusi bagi Libanon.

“Aku memilih revolusi. Kembalikan Libanon kepad rakyat’” tulisnya.

Aksi tersebut memicu pro dan kontra warganet. Banyak dari mereka yang mendukung seruan Mia Khalifa.

“Wow @Miakhalifa muai membangun kesadaran orang-orang bahkan sebelum presiden kami bangun untuk ke toilet,” tulis salah satu warganet yang kemudian diunggah ulang oleh Mia Khalifa.


Kendati demikian, banyak pula orang-orang yang meniai langkah itu merupakan upaya Mia Khalifa supaya Bisa kembali ke Libanon.

Ia telah dilarang masuk ke kamoung halamannya selam beberpa wkatu karena menjadi bintang film porno.

Banyak warganet menilai Mia Khalifa sedang berpura-pura menjadi korban. Mereka juga meminta Mia Khalifa untuk fokus menyeruakan donasi.

“Tolong bagikan link untuk donasi. Ini bukan saatnya bermain menjadi korban dan membuat semua hal tentangmu. Tolong ya, terimakasih,” tulis warganet.

“ketika Mia Khalifa mencoba menjadi salah satu korban padahal ia merupakan orang dewasa yang memilih untuk masuk industri porno dan sekarang mencoba supaya bisa menebus keputusasaannya. Itu tidak akan pernah terjadi,” ujar warganet yang lainnya.

(Dyn/Ke)

×
Berita Terbaru Update