Notification

×

Iklan

Top Ads

Iklan

Indeks Berita

Para Ahli Mendeteksi Gelombang Ledakan Bintang Mati Dekat Bumi

Selasa, 11 Agustus 2020 | 2:29:00 PM WIB Last Updated 2020-08-11T06:30:57Z


Ilustrasi (Dok. NASA/ESA)

KoranElektronik.com - Sejak ditemukan pada tahun 2007, fenomena FRB telah membingungkan para ilmuwan. Sebab, semburan gelombang radio yang kuat berlangsung paling lama hanya beberapa milidetik. Tapi energi yang dihasilkan lebih besar dari energi yang dihasilkan Matahari selama ratusan tahun.

Ledakan yang terdeteksi merupakan bintang mati dan dekat dengan bumi, ledakan ini diduga terjadi dekat Bumi lantaran bintang itu masih ada di dalam galaksi Bima Sakti.

Ledakan bintang mati ini menghasilkan gelombang radio cepat (FRB) berupa campuran energi radio dan sinar-X kuat yang memicu alarm di observatorium di seluruh dunia.

Para ilmuwan masih belum mendapat kesimpulan pasti apa penyebab terjadinya ledakan ini. Tapi mereka memperkirakan ledakan ini terjadi akibat dua lubang hitam yang menyatu, bintang mati yang meledak, hingga denyut dari pesawat alien.

Dilansir dari Space, pengamatan teleskop menunjukan bahwa ledakan itu beralas dari bintang neitron yang mengemas massa sebesar Matahari menjadi bola seukuran kota, sekitar 30.000 tahun cahaya dari Bumi di konstelasi Vulpecula.

Dalam penelitian diterbitkan di The Astrophysical Journal Letters, bintang neutron atau disebut magnetar mampu mengeluarkan energi dalam jumlah besar setelah mati.

"Kami belum pernah melihat ledakan gelombang radio, yang menyerupai ledakan radio cepat dari megnetar sebelumnya," kata penulis utama studi sandro Mereghetti.

Magnetar yang diberi nama SGR 1935 + 2154 ditemukan pada tahun 2014 ketika para ilmuan melihatnya memancarkan semburan sinar gamma dan sinar-X  yang kuat secara acak. Setelah terdiam beberapa saat, bintang yang mati itu terbangun dengan ledakan sinar-X yang dahsyat pada akhir April.

Saddro dan rekannya mendeteksi ledakan itu dengan satelit Integral Badan Antariksa Eropa (ESA), yang dirancang untuk menangkap fenomena paling energi di alam semesta. Pada saat yang sama, sebuah teleskop radio yang berasal dari sumber yang sama. teleskop radio di California dan Utah juga mengonfirmasi FRB keesokan harinya.

Dilansir dari Live Science, para penelitian mengatakan ledakan gelombang radio dan sinar-X secara bersamaan tidak pernah terdeteksi dari magnetar sebelumnya. Mereka juga berkata ledakan yang kuat menunjuk bintang itu sebagai sumber FRB yang masuk akal.

Ilmuwan ESA Erik kuulkers menambahkan temuan itu hanya mungkin karena beberapa teleskop di Bumi dan di orbit mampu menangkap ledakan secara bersamaan. Selain itu, panjang gelombang melintasi spektrum elektromagnetik.

Kolaborasi lebih lanjut antar lembaga dinilai diperlukan untuk lebih mengetahui asal dari fenomena misterius itu.

[MA/KE]
×
Berita Terbaru Update