Notification

×

Iklan

Top Ads

Iklan

Indeks Berita

Pelajar Rampok Toko Emas, Karena Butuh HP Untuk Belajar Online

Sabtu, 01 Agustus 2020 | 12:12:00 PM WIB Last Updated 2020-08-01T04:12:48Z


Pelaku perampokan di toko emas, Kutai Kartanegara

KoranElektronik.com - Di masa pandemi covid-19 banyak terjadi kejahatan yang berlatarbelakang terdampak covid-19, seperti 3 pelajar SMA asal Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Nekat melakukan perampokan toko emas karena membutuhkan sejumlah uang untuk membeli handphone (HP). HP tersebut rencananya akan digunakan untuk mengikuti sistem belajar online yang sedang digencarkan oleh Pemerintah pusat di tengah situasi pandemi corona (covid-19).

Dilansir dari detik.com, ''Karena saya butuh uang untuk membeli HP untuk belajar online maka saya mau saja,'' Kata salah seorang pelaku, MA (16), kepada detik.com, Sabtu (1/8/2020).

Otak perampokan, MR (22), berjanji kepada MA (16), AJ (16) dan MH (16), akan memberikan imbalan sebesar Rp50 juta jika ketiganya berhasil merampok toko emas, MR jhuga mengancam kepada tiga pelaku. Jika tidak bersedia merampok toko emas, maka ketiganya akan ditembak.

''Dia (MR) yang mengancam saya dipaksa ikut karena saya pernah difoto berdua sama dia, dia ngomong kalau dia ditangkap dia akan ngaku bahwa kami adalah kelompoknya, dia juga mengancam kalau tidak ikut kami akan ditembak,'' kata MA.

Sementara AJ, memiliki motif lain. AJ berniat membayar hutang ayahnya.

"Saya mau bantu bapak saya bayar hutang, bapak saya saat ini menjalani masa hukuman di lapas Samarinda atas kasus peredaran narkoba,'' kata AJ.

Perisriwa perampokan itu terjadi di toko Emas Malika Jaya, Tenggarong, pada kamis (30/7/2020). Mulanya, para pelaku mengancam seorang pedagang toko emas dengan senjata replika dan senjata tajam. Namun, korban justru berteriak dan mengundang perhatian pedagang sekitar.

Warga hingga pedang lain mengepung ketiganya. Salah satu pelaku, MA, berhasil di bekuk warga. Sementara AJ dan MH berhasil kabur.

Tak lama, AJ dan MH ditangkap di Kabupaten Penajam Paser Utara. Keduanya ditangkap di hari yang sama saat aksi perampokan terjadi.

Ketiganya ditahan di sel Polres Kukar usai aksi perampokannya gagal. Para pelaku dijerat pasal 365 KUHP junto pasal 53 KUHP junto pasal 2 UU darurat nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.


×
Berita Terbaru Update