Notification

×

Iklan

Top Ads

Iklan

Indeks Berita

Perbincangan Singkat Bersama Riza Mengenal BMKG

Selasa, 25 Agustus 2020 | 8:56:00 PM WIB Last Updated 2020-08-25T12:56:37Z


Foto : Kantor BMKG Meteorologi Kelas III Temindung Samarinda

Koranelektronik.com, Samarinda -  Tak kenal maka tak sayang, kalimat ini menggambarkan keingintahuan tentang sesuatu. Entah itu sesuatu yang nyata (Real) maupun yang tidak nyata (Abstrak).

Kali ini, Jurnalis mengajak masyarakat yang ada di Samarinda dan Indonesia untuk mengenal dan memahami lebih dekat sesuatu yang real yaitu Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika(BMKG).

Foto : Kepala BMKG Samarinda, Riza Arian Noor, S.Si, M.Ling
Riza Arian Noor, S.Si, M.Ling(42), Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Temindung Samarinda, Kalimantan Timur yang menerangkan detail mengenai BMKG.

Dalam penjelasannya, Riza menerangkan secara detail mengenai arti, fungsi dan keberadaan BMKG yang ada di Wilayah Kaltim.

"BMKG itu adalah singkatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, yang merupakan lembaga Non Departemen yang pusatnya di BMKG Jakarta, terang Riza kepada media Koranelektronik.com pada Selasa sore(25/08/2020).

Selanjutnya ia mengatakan khusus untuk Wilayah Kaltim terdiri dari UPT (Unit Pelayanan Teknis) yang tersebar di 4 Daerah. Yang Pertama Stasiun Meteorologi Sepinggan Balikpapan, mereka selaku Koordinator UPT yang ada di Kaltim, Kedua, UPT Stasiun Meteorologi Samarinda, Yang Ketiga, Stasius Geofisika Balikpapan dan Keempat, Stasiun Meteorologi Berau.

"Nah, untuk Stasiun yang ada memiliki difungsinya masing-masing, ada fungsi Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika," jelas Riza.

Selanjutnya ia pun menjabarkan bahwa, arti Meteorologi adalah ilmu yang mempelajari kondisi Atmosfer sesaat, lebih banyak implementasinya ke prakiraan cuaca, kapan cuacanya, bagaimana bisa terbentuk dan lain sebagainya.

"Selain itu, Meteorologi sangat bermanfaat untuk pelayanan Jasa Transportasi Penerbangan, karena data-data tersebut sangat diperlukan pesawat untuk perencanaan ataupun pada saat take off dan landing," tuturnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan dalam hal perencanaan ini, misalnya pesawat akan terbang dari Samarinda ke Jakarta, maka kami akan menyiapkan dokumen yang berisi informasi kondisi cuaca selama perjalanan.

Informasinya mengenai kecepatan angin, ketinggian berapa, bagaimana citra satelitnya, dimana ada awan berbahaya seperti awan cumolonimbus dimana pesawat tidak bisa menerobosnya tapi mengindarinya.

selain itu, meteorologi bermanfaat untuk Publik dan Kelautan atau Maritim.

"Bagaimana mengetahui tinggi gelombang, kecepatan angin,  untuk mengetahui daerah tangkapan ikan dan bisa untuk mengetahui bila ada kebocoran kapal minyak yakni luas sebarannya dan jarak pandang kedalaman air saat tim sar melakukan penyelamatan," jelas bapak dua anak ini kepada media Koranelektronik.com.

Selanjutnya, tentang Klimatologi yakni ilmu yang mempelajari mengenai iklim.

"Khusus di Kaltim ini kebetulan tidak ada UPT khusus menangani Klimatologi. Namun khusus UPT Samarinda diberikan tugas tambahan," katanya.

Selanjutnya, Beda prakiraan cuaca dan iklim adalah bila prakiraan cuaca jangkanya pendek, berlaku untuk hari ini dan besok, sedangkan iklim yakni cuaca untuk 10 harian, sebulan bahkan semusim.

Untuk Implementasi sendiri kebanyakan di bidang pertanian misalnya kapan waktu yang tepat untuk petani menanam dengan melihat musimnya.

Hal ini juga bermanfaat bagi perencanaan stakeholder yang terkait misalnya akan melakukan pembagunan jalan atau konstruksi.

"Mereka(Stakeholder) harus memperhatikan iklim, tidak mungkin mereka membangun jalan pada saat musim hujan, tentunya mereka harus membangunnya pada musim yang hujannya sedikit," ungkapnya.

Mengenai Geofisika, Riza menerangkan yakni ilmu tentang kegempaan, selain itu untuk menentukan terbenamnya matahari, hilal, 1 Syawal, tanda waktu yang dipakai untuk menentukan waktu standar dan kualitas udara.

Untuk daerah Kaltim, mengenai gempa relatif untuk dirasakan.

"Sebenarnya ada gempa tetapi relatif tidak dirasakan dan jaringan sensor pendeteksinya tidak serapat daerah di Jawa, di Kaltim baru ada 10, terangnya.
Selanjutnya dikatakan, gempa yang bisa dirasakan itu adalah gempa dengan kekuatan lebih dari 5 skala richter, bila dibawah itu kurang atau tidak dirasakan.
Berkenaan dengan fasilitas yang dimiliki oleh BMKG sudah lumayan, untuk BMKG Kaltim fasilitas sudah lumayan. Di Balikpapan ada Radar Cuaca artinya alat yang dapat mendeteksi awan-awan hujan, Weather Operation System dan sistem otomatis lainnya," jawabnya.

Mengenai kendala yang dihadapi, Riza mengatakan, pasti ada kendala diantaranya masalah kelistrikan karena alat-alat canggih yang digunakan sensitif atau terganggu bila listrik tidak stabil selanjunya masalah medan yang luas.

Dikatakan, pihaknya sudah bekerjasama dengan Dinas Pertanian. Dimana ada pos hujan yang dibangun sekitar 60 - 67, gunanya untuk mengetahui karakteristik daerah, curah hujan, musim hujan dan musim kemarau sehingga kita memiliki data-data lima puluh tahun ke
kedepan bila diperlukan.

Riza berharap bahwa BMKG bisa melayani layanan klimatologi khususnya untuk wilayah Kaltim dan bisa bermanfaat.

"Itulah gambaran secara garis besar mengenai BMKG yang ada di Kaltim," tutupnya mengakhiri perbincangan.



Penulis : Yohannes Benny
Editor : Santi Dwi Lestari
×
Berita Terbaru Update