Notification

×

Iklan

Top Ads

Iklan

Indeks Berita

PM Selandia Baru Tunda Pemilu hingga 17 Oktober karena Corona kembali Mengganas

Senin, 17 Agustus 2020 | 10:25:00 AM WIB Last Updated 2020-08-17T02:25:21Z


Jacinda Ardern (DAVID ROWLAND/AFP)

Koranelektronik.com - Perdana Menteri (PM) Selandia Baru, Jacinda Ardern, mengumumkan penundaan pemilihan umum (Pemilu) selama empat pekan atau hingga 17 Oktober mendatang. Penundaan dilakukan usai adanya kemunculan gelombang baru kasus Covid-19 di negera tersebut, setelah berbulan-bulan bebas kasus.

"Pada akhirnya, 17 Oktober ... memberikan waktu yang cukup bagi pihak-pihak untuk memperkirakan berbagai situasi terkait kampanye yang akan dilakukan," ujar Ardern dalam konferensi pers seperti dilansir Reuters, Senin (17/8/2020).

Pemilu Selandia Baru sebelumnya dijadwalkan akan dilakukan pada 19 September.

Penundaan ini dilakukan usai tekanan memuncak Perdana Menteri Ardern untuk menunda proses pemungutan suara, setelah terjadi kenaikan kasus Corona di Kota Auckland, yang merupakan kota terbesara di negara tersebut.

Kasus baru Corona terdeteksi secara mengejutkan di Auckland usai Selandia baru bebas Covid-19 selama 102 hari.

Wakil Perdana Menteri Selandia Baru, Winston Peters, juga menegaskan penundaan pemilu pada Minggu (16/8). Demikian halnya dengan oposisi utama, Partai Nasional Selandia baru, yang juga menginginkan penundaan pemilu usai kampanye mereka terpaksa dibatalkan karena pembatasan pergerakan dan larangan kerumunan yang kembali diberlakukan.

Selanjutnya, Perdana Menteri Ardern menyatakan dirinya sudah menyampaikan kepada Gubernur Jenderal terkait tanggal baru untuk pelaksanaan pemilu. Ia juga menegaskan jika dirinya tak berniat untuk kembali menunda jadwal pemilu di masa mendatang.

"Kita semua ada dalam kondisi yang sama. Kita semua berkampanye di lingkungan yang sama," kata Ardern.

Undang-undang Selandia Baru diketahui mewajibkan pemilu untuk digelar sebelum 21 November.
×
Berita Terbaru Update