Notification

×

Iklan

Top Ads

Iklan

Indeks Berita

Seorang Mantan Penjaga Gudang Perkosa Lalu Bunuh Teman Kelasnya Jenazah Di Buang Di Selokan

Sabtu, 08 Agustus 2020 | 10:22:00 PM WIB Last Updated 2020-08-08T14:34:14Z


Ilustrasi tindak pidana pemerkosaan

KoranElektronik.com - Seorang mantan penjaga gudang tega memperkosa bahkan membunuh teman kelasnya dan menyembunyikan jenazah korban di selokan.

Menyadur The Guardian, Jumat (7/8/2020), Wesley Streete menyembunyikan jenazah Keeley Bunker di selokan di sebuah taman dan menutupi dengan ranting pada 19 September tahun lalu.

Dengan tindakannya ia dijatuhi hukuman seumur hidup dengan jangka waktu minimal 29 tahun oleh Hakim Jeremy Baker di pengadilan mahkota Stafford, Inggris pada Jumat (7/8/2020), atas pembunuhan dan pemerkosaan berencana.

"Wesley Streete sekarang akan menghadapi konsekuensi dari tindakannya yang benar-benar jahat," ujar Dinas Kejaksaan Mahkota Inggris terkait kasus tersebut.

Pria berusia 20 tahun itu berulang kali berbohong tentang apa yang terjadi pada Bunker, yang juga berusia 20 tahun, setelah mereka kembali dari klub malam Snobs di Birmingham untuk merayakan ulang tahunnya.

"Saya bersama Wes, dia akan mengantar teman yang dia kenal sejak taman kanak-kanak tersebut kembali ke rumahnya.

"Saya bersama Wes, dia akan mengantarku pulang. Itu akan baik-baik saja," ujar Bunker kepada seorang teman wanitanya, Monique Riggon.

hakim mengatakan kedapa Stre ete : "Dia memberi tahu Monique bahwa dia akan aman di rumah, karena anda telah menawarkan untuk berjalan dengannya kembali ke rumahnya. Sayangnya tidak ada yang bisa lebih jauh dari kebenaran.

"Karena, dalam perjalanan kembali ke rumahnya, saya duga anda membujuk Keeley untuk pindah ke klub rugby, mungkin dengan dalih pergi merokok," jelas hakim.

"Ketika anda selesai, anda memutuskan untuk menyembunyikan jenazah Ke eley yang sekarang sudah tidak bernyawa dengan membuangnya di sungai, menutupinya dengan ranting. Anda kemudian berjalan kembali ke rumah anda dan pergi tidur," lanjut hakim.

Stre ete, yang pernah mendapat beasiswa sepakbola di Lichfield dan Tamworth, awalnya mengatakan dia meninggalkan Bunker pulang pulang sendirian. Kemudian ia mengklaim bahwa dia "secara tidak sengaja membunuhnya" selama hubungan seks konsensual di taman.

Setelah mendengar penjelasan, para juri di pengadilan tersebut memutuskan Streete bersalah hanya dalam waktu delapan jam.

Debbie Watkins, ibu Bunker, mengatakan Streete telah merampok putrinya yang berharga dan cantik.

Kakak perempuan Bunker mendeskripsikan saudara kandungnya sebagai "salah satu jiwa yang paling bersemangat, penuh perhatian, dan terindah yang pernah ada di dunia ini"

"Saya sadar bahwa tidak ada hukuman bagi pelaku pembunuhan yang akan meredakan perasaan hancur, sedih, dan kehilangan yang diderita oleh keluarga Keeley Bunker dan mereka yang mencintainya," ujar hakim.

Hakim mengatakan hukuman awal untuk Streete minimal 30 tahun, tetapi diturunkan menjadi 29 tahun 46 hari.

Streete juga dinyatakan bersalah atas dua tuduhan pemerkosaan lainnya dan tiga tuduhan pelecehan seksual terhadap tiga korban lainnya.

Dia dijatuhi hukuman penjara antara enam bulan dan lima tahun untuk pelanggaran tersebut, untuk menjalani hukuman seumur hidup.
×
Berita Terbaru Update