Notification

×

Iklan

Top Ads

Iklan

Indeks Berita

Suami Di NTT Nekat Habisi Istrinya Di Depan 3 Anak Kandungnya, Kesal Gara-gara Terus Dimarahi

Jumat, 14 Agustus 2020 | 3:10:00 PM WIB Last Updated 2020-08-14T07:24:59Z



Ilustrasi- Seorang suami bunuh istrinys di depan ketiga anak kandungnya.

Koranelektronik.com, NTT - Seorang suami di NTT nekat membunuh istrinya sendiri di depan ketiga anaknya. Pelaku nekat menghabisi istrinya menggunakan sebilah parang.


Pembunuhan ini dilakukan pelaku karena kesal korban terus memarahinya lantaran enggan untuk membersihkan kebun. 


Kasus suami membunuh istrinya ini terjadi di Kabupaten TTS, NTT, Rabu (12/8/2020).


Pelaku adalah Jhony Taosu, pelaku dan korban tinggal di Desa Oe'ekam, Kecamatan Noebeba, TTS, NTT.


 Mirisnya pelaku tega menghabisi istrinya didepan ketiga anak kandungnya. 


Saat ini polisi sudah mengamankan Jhony Taosu, pelaku pembunuhan. Informasi yang diperoleh, Jhony Taosu nekat menghabisi nyawa Asnat Tenis dengan sebilah parang.


Kasat Reskrim Polres TTS Iptu Hendricka Bahtera mengatakan, peristiwa ini terjadi pada Rabu (12/8/2020) sekitar pukul 18.00 WITA.


Awalnya pelaku beserta korban dan ketiga anaknya berangkat ke sumur Oenunu untuk memindahkan air dan mencuci. Namun, setibanya di sumur, korban sempat menyuruh suaminya untuk pergi membersihkan kebun. Namun pelaku menolak.


Penolakan pelaku membuat korban pun memarahinya secara terus menerus.


Mendengar sang istri yang terus memarahinya dan menyuruhnya ke kebun, pelaku menjadi gelap mata dan langsung memotong korban secara berulang-ulang pada wajah, tubuh, dan kedua kaki hingga korban meninggal dunia.


"Dari rumah ini pelaku memang sudah membawa parang, namun tidak mau pergi ke kebun untuk membersihkan kebun. Hal inilah yang membuat korban marah. Karena terus dimarahi korban, pelaku gelap mata dan menghabisi korban dengan sebilah parang," ungkap Hendricka, Kamis (13/8/2020).


Setelah melihat istrinya terbaring ditanah dan tak sadarkan diri, pelaku langsung membuang parangnya ke semak belukar yang ada di dekat sumur. Melihat sang ayah yang membuang parang, ketiga anak korban langsung mengambil parang tersebut dan membawa parang tersebut ke rumah guna melaporkan aksi sadis ayahnya kepada keluarga korban.


"Usai menghabisi nyawa korban, pelaku sempat membuang parang yang digunakan untul menghabisi nyawa korban namun berhasil diamankan anak-anak korban dan dibawa kepada keluarga korban,"jelasnya.


Keluarga korban yang mendapat laporan korban telah dihabisi pelaku langsung melaporkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian. 


Kasat Reskrim Polres TTS, Hendricka langsung memimpin anggota Buser untuk menangkap pelaku.


"Pelaku sudah kita amankan dan langsung kita tahan. sejauh ini motifnya karena pelaku emosi terus dimarahi korban," imbuhnya.


Jhony Taosu dijerat dengan pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman kurungan penjara selama 10 tahun.


(MALA/KE)

×
Berita Terbaru Update